Berita

Direktur Eksekutif Koalisi Jakarta Present Taufik Tope Rendusara (Foto: Istimewa)

Nusantara

Satu Tahun Pramono Anung-Rano Karno

Jakarta Butuh Pemimpin Berani Tegakkan Aturan Tanpa Pengecualian

MINGGU, 22 FEBRUARI 2026 | 06:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Satu tahun pertama pemerintahan daerah selalu menjadi tolok ukur arah. Pada fase ini, publik tidak lagi menilai janji, melainkan membaca kecenderungan kebijakan. 

Di Jakarta, era Gubernur Pramono Anung dan Wagub Rano Karno, stabilitas komunikasi dan konsolidasi birokrasi memang terasa lebih rapi. Namun pertanyaan mendasarnya sederhana: apakah kerapian itu diikuti perubahan nyata atas persoalan kronis kota?

Direktur Eksekutif Koalisi Jakarta Present Taufik Tope Rendusara mengatakan, kemacetan masih menyita waktu dan produktivitas warga. Banjir kembali hadir sebagai siklus tahunan tanpa percepatan solusi struktural yang terukur. 


"Terlebih tekanan biaya hidup belum menunjukkan perbaikan signifikan bagi kelompok rentan," kata Taufik dalam keteranganya, Minggu 22 Februari 2026.

Selain itu, kata Taufik, agenda transformasi kota jasa dan pusat bisnis terus dikedepankan, tetapi keseharian warga belum sepenuhnya mencerminkan lompatan kualitas hidup yang dijanjikan.

Di sektor lingkungan, persoalan eksploitasi air tanah menjadi alarm yang tidak boleh diabaikan. Praktik pengambilan air tanah secara berlebihan masih terjadi, sementara ketegasan penegakan aturan terhadap pelanggaran belum terlihat konsisten dan transparan. 

Padahal, dampaknya bukan hanya pada krisis air bersih, tetapi juga pada penurunan muka tanah yang memperparah risiko banjir dan kerusakan infrastruktur. Tanpa penegakan hukum yang tegas dan setara, komitmen menjaga keberlanjutan kota akan sulit dipercaya.

Tata kelola dan prioritas anggaran pun menjadi sorotan. Efisiensi seharusnya terlihat pada penguatan layanan dasar, air bersih, transportasi publik, pengendalian harga pangan, bukan semata pada penataan program. 

Reformasi birokrasi menuntut transparansi dan meritokrasi yang dapat diuji publik. Tanpa itu, stabilitas berisiko dibaca sebagai sekadar kemampuan merawat keadaan, bukan mengubahnya.

"Setahun bukan waktu yang panjang, tetapi cukup untuk menunjukkan arah," kata Taufik.

Jika kemacetan tetap meningkat, banjir kembali dinormalisasi, dan eksploitasi air tanah berlangsung tanpa penindakan yang jelas, maka publik wajar mempertanyakan efektivitas prioritas pemerintah daerah. 

"Stabilitas tidak boleh menjadi alasan untuk menunda ketegasan. Jakarta membutuhkan kepemimpinan yang berani memastikan aturan ditegakkan tanpa pengecualian, demi melindungi kota dan generasi mendatang," pungkas Taufik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya