Berita

Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Mohammad Nasir Djamil. (Foto: RMOL/ Faisal Aristama)

Politik

Klaim Jokowi Tidak Setuju UU KPK Mengada-ada dan Absurd!

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 22:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut revisi UU 30/2002 tentang KPK menjadi UU 19/2019 sebagai keinginan DPR mengada-ada. 

Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Mohammad Nasir Djamil menyebut sebuah produk UU tidak mungkin berjalan tanpa ada kehendak eksekutif maupun legislatif.

“Saya tahu pembahasan itu akan bisa jalan kalau salah satu atau dua pihak setuju. Rancangan undang-undang atau perubahan apa pun tidak akan bisa jalan kalau salah satunya tidak setuju,” kata Nasir Djamil di bilangan Jakarta Selatan, Jumat, 20 Februari 2026.


Termasuk dalam pembahasan Revisi UU KPK bisa menjadi undang-undang tidak lepas dari DPR dan pemerintah, dalam hal ini Joko Widodo saat masih menjadi presiden.

“Jadi sebenarnya apa yang disampaikan Pak Jokowi itu sesuatu mengada-ada, bahkan cenderung lupa dengan apa yang pernah dia lakukan,” tegasnya. 

Nasir Djamil kembali menegaskan, Jokowi selaku presiden kala itu tidak mungkin tidak mengetahui dan tidak setuju hingga akhirnya UU KPK disahkan. 

“Jadi kalau Pak Jokowi pada waktu pembahasan tidak setuju, maka enggak bisa jalan itu barang,” tuturnya. 

Ia menambahkan, sekalipun Jokowi membantah tidak menandatangani draft RUU KPK 2019 lalu, regulasi menyatakan RUU tersebut akan tetap sah dalam 30 hari kemudian. 

“Oleh karena itu sekali lagi memang apa yang disampaikan oleh Pak Jokowi itu sesuatu yang dalam pandangan saya absurd juga,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya