Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Airlangga Pastikan Tak Ada Impor Thrifting dalam Kesepakatan Dagang RI-AS

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 19:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah memastikan tidak ada impor pakaian bekas jadi (thrifting) dalam kerja sama dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). 

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berkaitan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pan Brothers Tbk dan Ravel Holding Inc dalam Business Summit di Washington DC. 

Adapun produk yang diimpor dari AS adalah pakaian bekas yang telah dicacah (shredded), bukan barang jadi untuk thrifting.


"Kalau Pan Brothers itu manufacturing, jadi bukan thrifting," kata Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat 20 Februari 2026.

Ia menegaskan, bahan baku berupa pakaian bekas yang sudah dicacah tersebut akan diproses kembali oleh industri dalam negeri menjadi produk baru. Material itu akan dimanfaatkan dalam skema daur ulang berbasis katun maupun polyester.

"Jadi manufacturing adalah memproses baik berbasis cotton ataupun polyester recycle. Tidak ada bicara thrifting," tegasnya.

Sebelumnya, perwakilan dunia usaha Indonesia dan AS menandatangani 11 MoU dalam ajang Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC. Kesepakatan itu menjadi bagian dari implementasi kerja sama perdagangan resiprokal kedua negara.

Airlangga menyebut, penandatanganan tersebut mencakup sektor perdagangan sebagai turunan dari perjanjian reciprocal trade, termasuk pembelian energi, produk pertanian (agriculture), hingga sektor lainnya.

Salah satu MoU yang diteken dalam kerja sama itu adalah shredded worn clothing antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia, Pan Brothers, dan Ravel. Penandatanganan dilakukan oleh CEO Pan Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya