Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Duduki Kursi Wakil Komandan ISF, RI Buktikan Lobi Diplomatik Efektif

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 19:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) menjadi penegasan konkret bahwa lobi diplomatik RI di panggung global tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Posisi strategis yang berada tepat di bawah komandan ISF dari Amerika Serikat itu dinilai sarat makna geopolitik dan mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap Indonesia.

Direktur Eksekutif Global Future Institute, Hendrajit, menegaskan posisi itu bukan sekadar simbol, melainkan representasi Indonesia atas soliditas delapan negara Muslim dalam Board of Peace (BoP).


“Dengan posisi Indonesia sebagai wakil komandan ISF yang berada di bawah komandan ISF dari Amerika, punya makna strategis. Berarti kedudukan Indonesia sebagai wakil komandan ISF mewakili kekompakan 8 negara Islam yang tergabung dalam Board of Peace,” ungkapnya kepada RMOL, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia bahkan menilai penunjukan Indonesia cukup mengejutkan, mengingat tujuh negara Islam seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Qatar, Turki, dan Mesir dikenal memiliki ambisi kuat untuk berada di posisi teratas. 

Menurut Hendrajit, capaian RI ini menjadi indikator kuat bahwa diplomasi internasional Indonesia berjalan efektif, baik dengan negara-negara Muslim maupun Amerika Serikat.

“Sehingga posisi kita sebagai wakil komandan ISF membuktikan diplomasi dan lobi Indonesia cukup efektif baik ke sesama 8 negara Islam maupun dengan Amerika," kata dua. 

Lebih jauh, Hendrajit menekankan bahwa posisi tersebut membuka akses langsung Indonesia terhadap infrastruktur politik, ekonomi, dan komunikasi di Gaza. Menurutnya, melalui sarana militer dan kepolisian di bawah payung ISF, berbagai hambatan akses yang selama ini tersumbat dapat dibuka. 

Dengan Indonesia memegang posisi penting, negara-negara anggota BoP akan memperoleh informasi serta pemetaan geopolitik Gaza yang lebih akurat dan terverifikasi.

“Seraya langsung jalin kontak dengan kelompok kelompok akar rumput di Gaza. Ini aspek yang selama ini jadi runyam karena tak punya sumber sumber informasi yang bisa diandalkan," kata Hendrajit.

Dia menambahkan, kemunculan ISF sebagai produk konkret BoP juga mengisyaratkan adanya kesepakatan timbal balik antara Amerika Serikat dan delapan negara Islam. 

“Jika pilot project ISF ini berhasil dan efektif, maka langkah strategis BoP untuk menangani politik dan keamanan, bisa semakin efektif. Sehingga masalah kemerdekaan palestina akan semakin menemukan momentum untuk terwujud," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya