Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Tangkapan Layar)

Politik

Tingkat Kepuasan Nyaris 80 Persen, Prabowo Bisa Menang Sambil Tidur

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 11:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Survei Indikator Politik Indonesia terbaru menunjukkan 79,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi hasil survei tersebut, analis politik Adi Prayitno menilai tingkat kepuasan publik yang hampir menyentuh angka 80 persen menjadi modal politik yang sangat besar bagi Prabowo.

“Yang bisa kita maknai ini sebagai bekal politik untuk menghadapi pertarungan di masa mendatang,” ujarnya lewat kanal Youtube miliknya, Jumat, 20 Februari 2026.


Menurut Adi, dalam logika statistik politik, petahana dengan approval rating setinggi itu relatif lebih mudah memenangkan kontestasi berikutnya.

Ia bahkan menyebut, dengan angka kepuasan setinggi itu, kebutuhan kampanye aktif bisa jauh lebih minimal dibanding kandidat lain.

“Bahkan kalau kita menggunakan bahasa yang agak sedikit ekstrem, dengan approval rating hampir 80 persen sebenarnya tidak membutuhkan kampanye yang terlampau aktif. Tidak terlampau membutuhkan kerja-kerja politik ke bawah yang relatif sering untuk meyakinkan masyarakat, karena tanpa melakukan itu semua sebenarnya seorang presiden petahana sudah punya bekal yang luar biasa untuk memenangkan sebuah pertarungan,” tegasnya.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menambahkan, secara statistik, tingkat kepuasan yang tinggi menjadi fondasi kuat bagi petahana untuk kembali memenangkan kompetisi politik.

“Kalau begitu ceritanya, dengan tingkat kepuasan yang cukup tinggi, dengan tidur saja secara rileks sangat mudah memenangkan pertarungan. Itu kalau kita menggunakan angka statistik,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya