Berita

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Bisnis

Kredit Nganggur Makin Tinggi, Tembus Rp2.506 Triliun

JUMAT, 20 FEBRUARI 2026 | 00:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kredit yang belum disalurkan perbankan atau undisbursed loan tercatat mencapai Rp2.506,47 triliun hingga Januari 2026.

Bank Indonesia (BI) mencatat angka tersebut setara 22,65 persen dari total plafon kredit yang tersedia, dan naik Rp67,27 triliun dibanding posisi Desember 2025 sebesar Rp2.439,2 triliun.

Merespons kondisi tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo mendesak optimalisasi pemanfaatan pembiayaan perbankan, khususnya dari sisi permintaan agar fasilitas kredit yang masih menganggur bisa segera terserap.


"Pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat terus ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp 2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari plafon kredit yang tersedia," kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI secara virtual, Kamis 19 Februari 2026.

Perry mengatakan dari sisi penawaran, kapasitas perbankan untuk menyalurkan kredit cukup kuat. Hal itu tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang berada di level 27,54 persen, serta pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,48 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Januari 2026.

"Minat penyaluran kredit perbankan terus membaik, tercermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut," jelas Perry.

Secara keseluruhan, kredit perbankan pada Januari 2026 tumbuh 9,96 persen secara tahunan (yoy), naik tipis dibanding Desember 2025 yang tercatat 9,69 persen (yoy). 

Pertumbuhan tersebut ditopang kredit investasi yang melesat 22,38 persen (yoy), diikuti kredit modal kerja 4,13 persen (yoy), serta kredit konsumsi 6,58 persen (yoy).


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya