Berita

Presiden Prabowo Subianto di KTT perdana Board of Peace di Washington (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

Dunia

Di Forum Perdana BoP, Prabowo Janji Kirim Lebih dari 8.000 Pasukan ke Gaza

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 23:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk terlibat aktif dalam misi perdamaian Gaza di bawah International Stabilization Force (ISF) dengan mengerahkan lebih dari 8.000 personel.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum perdana Board of Peace (BoP) yang digelar di Washington, Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026.

"Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 atau lebih jika perlu. Kami siap menyumbangkan pasukan untuk berpartisipasi aktif dalam pasukan stabil internasional untuk mewujudkan perdamaian ini,” tegasnya.


Di hadapan Presiden AS Donald Trump dan para delegasi internasional, Prabowo menyatakan sejak awal Indonesia telah mempelajari dan menyepakati rencana 20 poin yang diusung Trump sebagai kerangka menuju perdamaian permanen di Palestina, khususnya Gaza. 

Indonesia, kata dia, bergabung dalam BoP karena komitmen penuh terhadap keberhasilan agenda tersebut.

"Itulah mengapa kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak rintangan, akan ada banyak kesulitan, tetapi kami sangat optimis dengan kepemimpinan Presiden Trump, visi perdamaian sejati ini akan tercapai,” ujar Prabowo.

Indonesia meyakini, dengan kepemimpinan global yang solid dan tekad bersama komunitas internasional, solusi damai yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina dapat diwujudkan.

"Kita akan mencapai impian kita akan perdamaian di Palestina, perdamaian yang langgeng dan solusi damai untuk masalah Palestina dan di Gaza. Pencapaian gencatan senjata itu nyata,” lanjutnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya