Berita

Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Nasdem, Saan Mustopa. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Nasdem: Sahroni Layak Kembali Pimpin Komisi III

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 12:37 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kembalinya Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI merupakan keputusan yang didasarkan pada pengalaman serta mekanisme internal DPR yang telah dijalankan sesuai aturan.

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Nasdem Saan Mustopa menyatakan, penetapan tersebut mengikuti keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). 

"Sekali lagi kita mengikuti apa yang menjadi keputusan MKD aja. Jadi kalau misalnya pimpinan DPRD sudah menetapkan, berarti kan di MKD juga tidak ada masalah," ujar Saan di Kompleks Parlemen, Kamis, 19 Februari 2026.


Terkait surat bernomor FNasdem107/DPR RI/II/2026 tertanggal 12 Februari 2026 tentang pergantian nama Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Saan memastikan langkah tersebut tidak bertentangan dengan mekanisme MKD.

"Karena memang kita kan pasti ketika kirim surat, udah ada ini dari MKD. Gak mungkin misalnya kita ngirim surat tanpa ada menyalahi apa yang menjadi keputusan MKD," lanjutnya.

Menurut Saan, secara internal Nasdem menilai Sahroni memiliki rekam jejak yang memadai untuk kembali memimpin Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan. Pengalaman Sahroni, menurut Saan, menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan partai.

"Sampai hari ini Pak Sahroni memang memiliki pengalaman di Komisi 3 DPRD. Jadi, dua periode menjadi pimpinan Komisi 3," kata petinggi Nasdem itu.

Ia menambahkan, kapasitas tersebut dinilai relevan untuk menjaga kinerja dan kesinambungan kepemimpinan di Komisi III. 

"Memang memiliki pengalaman, kemampuan yang menggandai untuk menjadi pimpinan Komisi DPRD," pungkas Saan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya