Berita

Joko Widodo alias Jokowi di rumahnya di Gang Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo. (Foto: Antara)

Politik

Tembok Ratapan Solo: Satire Publik yang Kontradiktif dengan Narasi Kesuksesan Jokowi

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 10:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penamaan rumah mantan Presiden Joko Widodo yang berubah menjadi “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps dinilai mencerminkan tren wacana publik yang kian kontras dengan narasi kesuksesan dan berbagai capaian yang digaungkan semasa kepemimpinannya.

Pengamat dari Citra Institute, Efriza, menilai fenomena “Tembok Ratapan Solo” bukan sekadar satire biasa yang dikemukakan masyarakat terhadap mantan pemimpinnya.

> “Ratapan Solo menjadi ekspresi kontradiktif dengan narasi kesuksesan Jokowi maupun legacy yang diberikan Jokowi untuk negeri ini,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Kamis, 19 Februari 2026.


Menurutnya, melalui satire tersebut, publik mengekspresikan kegeraman terhadap berbagai isu yang membelit Jokowi, termasuk perilaku dan komunikasi politiknya.

“Persepsi publik masih tinggi dan negatif terhadap perilaku cawe-cawe Jokowi di Pilpres. Publik juga bosan dengan proses kasus dugaan ijazah palsu yang membelitnya, serta kasus korupsi sejumlah mantan menteri yang turut menyeret namanya,” ujar Efriza.

Ia juga menyinggung komunikasi politik Jokowi yang dinilai sebagian pihak menunjukkan hasrat mempertahankan pengaruh kekuasaan, termasuk sikapnya yang ingin turun langsung membantu PSI.

“Isu-isu yang hadir maupun sikap Jokowi inilah yang kemudian diekspresikan dalam simbol ‘Tembok Ratapan Solo’,” sambungnya.

Magister Ilmu Politik dari Universitas Nasional (UNAS) itu memandang, kekecewaan publik terhadap Jokowi pada tahun ini dinilai telah memuncak hingga diwujudkan dalam simbol-simbol kritik.

“Makna kata ‘ratapan’ adalah ekspresi kekecewaan, kemarahan, penyesalan yang mendalam, serta kesedihan, yang diarahkan kepada kediaman Jokowi sebagai mantan presiden,” pungkas Efriza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya