Berita

Ilustrasi Minyakita (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Kemendag Jaga Stabilitas Harga Lewat Perluasan Pasar Minyak Goreng Second Brand

KAMIS, 19 FEBRUARI 2026 | 09:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menekan ketergantungan pasar terhadap Minyakita dengan mendorong peningkatan produksi serta distribusi minyak goreng merek alternatif atau second brand. 

Menteri Perdagangan, Budi Susanto, menjelaskan pasokan Minyakita sangat terbatas. Ketersediaannya sangat bergantung pada volume ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), melalui mekanisme domestic market obligation (DMO). Dinamika ekspor yang fluktuatif secara langsung memengaruhi kuota pasokan minyak goreng rakyat di dalam negeri.

Dalam keterangannya di Jakarta, Budi menegaskan komitmen pemerintah untuk menyediakan opsi pendamping di pasar.


"Nanti kita perbanyak yang second brand, jadi minyak pendamping Minyakita," ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.

Berdasarkan evaluasi Kemendag, sebelum Minyakita mendominasi, produk second brand mampu mengisi sekitar 50 persen porsi pasar. Namun, popularitas Minyakita dengan harga patokan Rp 15.700 per liter telah menggeser preferensi konsumen dan menyebabkan keberadaan merek alternatif menyusut.

Guna mengurai konsentrasi permintaan tersebut, produsen kini didorong untuk kembali memperkaya varian merek dan ukuran kemasan, termasuk opsi ukuran kecil mulai dari 300 mililiter hingga 500 mililiter agar lebih terjangkau. Strategi ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas bagi masyarakat sesuai dengan daya beli masing-masing. 

"Minyakita jumlahnya terbatas. Jadi semua biar nggak fokus ke Minyakita, tapi banyak pilihan minyak goreng-minyak goreng yang lainnya dengan berbagai jenis ukurannya," jelas Budi.

Sebagai langkah nyata, Kemendag telah melakukan peninjauan ke sejumlah produsen di wilayah Bekasi dan Palembang untuk memastikan percepatan produksi minyak goreng alternatif ini. Fokus utama dalam kunjungan tersebut mencakup pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta kelancaran jalur distribusi ke pasar-pasar. 

Dengan memperluas pilihan produk bagi konsumen, pemerintah optimistis tekanan terhadap stok Minyakita akan berkurang sehingga stabilitas harga minyak goreng secara nasional dapat lebih terjaga.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya