Berita

Ilustrasi Tembok Ratapan (Sumber: Gemini Generated Image)

Dunia

Tembok Ratapan Solo Viral, Ini Sejarah Tembok Ratapan Yerusalem

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 20:19 WIB | OLEH: TIFANI

Tembok Ratapan Solo tengah ramai diperbincangkan warganet Indonesia. Istilah ini merujuk pada kediaman Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), di Jalan Kutai Utara No 1, Solo, yang ditandai dengan nama “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps.

Fenomena ini semakin viral setelah beredar video yang memperlihatkan sejumlah orang datang ke rumah Jokowi untuk berdoa di depan gerbang, bahkan menempelkan tangan ke pagar. Warganet kemudian menilai ada kemiripan dengan tradisi berdoa di Tembok Ratapan di Yerusalem, sehingga sebutan tersebut pun muncul dan menyebar luas.

Terlepas dari viralnya istilah itu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan Tembok Ratapan di Yerusalem? Melansir laman Britannica, Tembok Ratapan atau Tembok Barat (Western Wall) yang berada di Kota Tua Yerusalem merupakan tempat doa dan ziarah yang sangat sakral bagi umat Yahudi. 


Struktur ini menjadi satu-satunya bagian yang tersisa dari tembok penahan yang dahulu mengelilingi Bukit Bait Suci, lokasi berdirinya Kuil Pertama dan Kuil Kedua Yerusalem yang dianggap suci dalam tradisi Yahudi kuno. Kuil Pertama dihancurkan oleh bangsa Babilonia pada 587?"586 SM. 

Setelah itu, Kuil Kedua dibangun, namun kembali dihancurkan oleh Romawi pada tahun 70 M. Keaslian Tembok Barat diperkuat oleh tradisi, catatan sejarah, serta temuan arkeologi yang menyebut bagian dasarnya berasal dari sekitar abad ke-2 SM, sedangkan bagian atasnya merupakan tambahan pada periode berikutnya.

Dalam sejarah Yahudi, Raja Salomo membangun Bait Suci pertama sekitar 826 SM sebagai pusat spiritual bagi bangsa Yahudi. Tempat itu diyakini menjadi ruang suci yang menggerakkan hati manusia untuk berbicara kepada Tuhan, serta membuat siapa pun yang datang tidak merasa sendirian.

Dalam doa peresmiannya, Salomo memohon, “Ya Tuhan, dengarkanlah doa-doa yang dipanjatkan di tempat ini.” Menurut tradisi, doa tersebut dikabulkan dan kehadiran Ilahi memenuhi Bait Suci.

Bait Suci Kedua yang dibangun sekitar 480 tahun kemudian pun diyakini tetap menjadi tempat bersemayamnya kehadiran Tuhan. Dalam ajaran Midrash disebutkan bahwa Shechinah (kehadiran Tuhan) tidak pernah meninggalkan Tembok Barat. 

Penekanan ini merujuk pada sisi barat Bait Suci karena Ruang Mahakudus berada di bagian tersebut. Disebutkan pula bahwa Tembok Barat tidak pernah sepenuhnya dihancurkan karena Shechinah diyakini tetap berada di sisi barat. 

Kesakralan Tembok Barat juga dipercaya bersumber dari kedekatannya dengan area inti Bait Suci, yang dalam keyakinan Yahudi dipandang sebagai gerbang menuju surga. Kini, Tembok Barat berada dalam satu kompleks yang juga mencakup Kubah Batu dan Masjid Al-Aqsa. 

Karena itu, isu kendali dan hak akses atas kawasan tersebut kerap memicu ketegangan antara komunitas Yahudi dan Arab. Konflik semakin menguat setelah Israel menguasai sepenuhnya Kota Tua Yerusalem dalam Perang Enam Hari pada Juni 1967.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Dokumen dan BBE Usai Geledah Rumah Mewah Anggota Polri Yayat Sudrajat

Kamis, 10 September 2026 | 20:17

Pendalaman Fakta dan Penegakan Hukum Transparan Diperlukan di Kasus DJKA

Kamis, 10 September 2026 | 20:12

Tim 9 Kejagung Temukan Bukti Pemerasan Febrie di Kasus Jiwasraya

Kamis, 10 September 2026 | 20:05

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 | 19:58

Waketum Golkar: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 19:50

Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Minta Kemenkeu Bergerak Lebih Cepat

Kamis, 10 September 2026 | 19:40

Iwakum Dorong Pengerahan Maksimal Cari Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 | 19:31

Menyoal Kasus Dadan Cs, JMI: Jangan Ramai di Awal, Lalu Hilang di Tengah Jalan

Kamis, 10 September 2026 | 19:14

Polisi Siap Sikat Penimbun Masker di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kamis, 10 September 2026 | 19:01

Pembagian 50:50 Kuota Haji Tambahan Ternyata Kebijakan Gus Yaqut

Kamis, 10 September 2026 | 18:45

Selengkapnya