Berita

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau huntara korban bencana Sumatera. (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Tito Karnavian:

Korban Bencana Sumatera Dapat Bantuan Perabot dan Ekonomi hingga Rp8 Juta

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 15:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan skema bantuan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencakup santunan kematian hingga bantuan pemulihan ekonomi.

Untuk korban meninggal dunia, santunan diberikan melalui Kementerian Sosial. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan perabotan sebesar Rp3 juta dan stimulan ekonomi Rp5 juta.

“Kalau untuk rusak berat, otomatis mereka mendapatkan dua jenis bantuan ini, yaitu total 8 juta,” ujar Tito dalam Rakor Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 18 Febuari 2026.


Sementara bagi rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang, bantuan tetap bisa diberikan sesuai kondisi di lapangan. 

Misalnya, rumah rusak sedang namun perabotan ikut terdampak, maka pemilik bisa menerima bantuan Rp3 juta. Begitu pula jika rumah rusak ringan tetapi lahan usaha atau sawah terdampak, maka stimulan ekonomi Rp5 juta dapat dikucurkan.

Tito menjelaskan, saat ini pemerintah daerah tengah mempercepat pendataan untuk kategori rumah rusak ringan dan sedang yang juga mengalami kerusakan perabotan maupun tempat usaha.

“Ini yang sedang dikejar pendataan dari pemda-pemda. Tapi yang rusak berat otomatis mereka mendapatkan biaya perabotan dan ekonomi,” kata Tito.

Ia pun meminta Menteri Sosial segera mengeksekusi anggaran bantuan tersebut setelah data rampung diverifikasi.

Di sisi lain, bagi warga yang memilih tidak tinggal di hunian sementara (huntara), pemerintah memberikan dana tunggu hunian sebesar Rp1,8 juta untuk tiga bulan.

Penyaluran dana tersebut hampir rampung. Di Aceh realisasinya mencapai 93,87 persen, di Sumatera Utara 99,47 persen, dan di Sumatera Barat 97,17 persen. 

Seluruh bantuan ditransfer langsung ke penerima dengan skema by name by address berdasarkan data yang telah divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya