Berita

Para negosiator Ukraina dan Rusia di perundingan perdamaian yang dimediasi AS (Foto: AP)

Dunia

Hari Pertama Perundingan Damai Rusia-Ukraina Berakhir Tanpa Hasil

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 13:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perundingan damai antara Ukraina dan Rusia yang dimediasi Amerika Serikat di Jenewa berakhir tanpa kemajuan signifikan pada hari pertama, Selasa waktu setempat, 17 Februari 2026.

Kedua pihak masih menunjukkan perbedaan tajam terkait isu krusial, terutama soal wilayah, sehingga konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun itu diperkirakan masih jauh dari kata selesai.

Perundingan akan dilanjutkan pada hari berikutnya setelah pertemuan selama enam jam berlangsung dalam suasana tegang. 


Sumber yang dekat dengan delegasi Rusia mengungkapkan bahwa pembicaraan berlangsung alot.

"Mereka berlangsung selama enam jam. Kini mereka telah menyimpulkan," kata sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, seperti dikutip dari AFP, Rabu, 18 Februari 2026.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan kesiapannya untuk mengakhiri perang melalui jalur diplomasi, namun meragukan keseriusan Moskow dalam mencari solusi damai. 

Zelensky juga menuduh Rusia lebih mengutamakan serangan rudal dibandingkan diplomasi nyata.

Konflik bersenjata antara kedua negara dimulai sejak invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022 dan menjadi perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. 

Hingga kini, Rusia menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, termasuk Semenanjung Krimea yang dianeksasi pada 2014 serta sejumlah wilayah timur yang dikuasai kelompok separatis pro-Moskow.

Di tengah upaya diplomasi, situasi di medan perang tetap memanas. Ukraina menuding Rusia merusak upaya perdamaian setelah meluncurkan puluhan rudal dan ratusan drone menjelang perundingan. 

“Sejauh mana Rusia mengabaikan upaya perdamaian: serangan rudal dan pesawat tak berawak besar-besaran terhadap Ukraina tepat sebelum putaran pembicaraan berikutnya di Jenewa," ujar Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga.

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menurunkan ekspektasi publik terhadap hasil perundingan dengan menyatakan bahwa tidak akan ada perkembangan besar dari pertemuan awal tersebut.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Vatikan Tolak Gabung Board of Peace, Ingin Konflik Palestina Diselesaikan PBB

Rabu, 18 Februari 2026 | 16:18

Korban Bencana Sumatera Dapat Bantuan Perabot dan Ekonomi hingga Rp8 Juta

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:56

KPK Panggil Petinggi PT Niogayo Bisnis Konsultan terkait Suap Pajak

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:36

Pemeriksaan Mantan Menhub Budi Karya di KPK Dijadwal Ulang

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:24

Pajak: Gelombang Protes dan Adaptasi Kebijakan Pusat

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:20

Tujuh Jukir Liar di Pasar Tanah Abang Diamankan

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:17

Tiga Bos Swasta di Kasus Korupsi Proyek Kantor Pemkab Lamongan Dipanggil KPK

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:15

Sambut Ramadan, Prabowo Sedekah 1.455 Sapi untuk Tradisi Meugang Aceh

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:07

Sembako Diaspora Malaysia untuk Warga Aceh Tertahan di Bea Cukai

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:02

85 Negara Anggota PBB Kecam Upaya Israel Ubah Status Tanah Tepi Barat

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:54

Selengkapnya