Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Bangkit Ditopang Saham Teknologi

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 08:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street menguat tipis pada akhir perdagangan setelah sempat tertekan di awal sesi.

Pemulihan saham-saham teknologi menjadi penopang utama, di tengah pasar yang masih dibayangi kekhawatiran soal kecerdasan buatan (AI) dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS. 

Pergerakan saham mulai membaik pada paruh kedua perdagangan. 


Dikutip dari Reuters, Rabu 18 Februari 2026, pada penutupan perdagangan Selasa, Dow Jones Industrial Average naik 0,07 persen, S&P 500 menguat 0,10 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,14 persen. 

Sektor teknologi S&P 500 yang sebelumnya sempat jatuh hingga 1,5 persen akhirnya berbalik naik 0,5 persen, didorong penguatan saham Nvidia dan Apple, meski tertahan pelemahan Microsoft dan Oracle.

Tekanan pasar sebenarnya masih terasa, terutama setelah pekan lalu saham-saham perangkat lunak, pialang, dan perusahaan logistik dilepas investor akibat kekhawatiran AI bisa mengganggu model bisnis. Situasi makin tidak pasti setelah Alibaba memperkenalkan model AI terbarunya, Qwen 3.5. 

Meski saham teknologi pulih, saham perangkat lunak masih tertekan. Indeks software S&P 500 turun 1,6 persen, dengan Intuit dan Cadence Design Systems menjadi yang terburuk setelah anjlok lebih dari 5 persen.

Perhatian investor kini tertuju pada data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), indikator inflasi favorit Federal Reserve. Pasar memperkirakan peluang sekitar 63 persen untuk pemangkasan suku bunga minimal 25 basis poin pada pertemuan Juni. 

Secara keseluruhan, pasar masih bergerak volatil dengan volume transaksi sekitar 17,76 miliar saham. Investor tampak menimbang antara peluang reli berbasis AI dan risiko inflasi, sambil menunggu sinyal yang lebih jelas dari data ekonomi dan langkah The Fed ke depan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya