Berita

Konferensi Pers Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadan 1447 H (Foto: Kemenag)

Nusantara

Kemenag: Sidang Isbat jadi Ruang Silaturahmi Nasional

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Muhammad Syafi’i, menyoroti sisi lain dari Sidang Isbat awal Ramadan 1447 H. 

Menurutnya, forum ini bukan sekadar agenda teknis penentuan tanggal, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi nasional antar organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan para pakar di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Wamenag usai mengikuti prosesi Sidang Isbat di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa 17 Februari 2026. 


“Dalam sidang isbat ini, ada silaturahmi yang digelorakan. Karena diundang semua tokoh Islam, ormas Islam, dan para pakar,” ujar Wamenag.

Wamenag menjelaskan bahwa meski seluruh ormas Islam sepakat mengenai kewajiban puasa (hal yang bersifat qath’), metode penentuan kapan puasa dimulai seringkali beragam karena bersifat ijtihadi

“Yang qath’i itu puasanya, tidak boleh tidak puasa. Tapi kapan itu dimulai, itu ijtihad. Di sinilah sidang isbat dimaksudkan untuk mengeliminasi perbedaan-perbedaan itu,” jelasnya.

Jadi, sidang isbat bisa mengurangi celah perbedaan melalui dialog terbuka karena menghadirkan berbagai perspektif pakar dalam satu forum resmi. Pemerintah pun berperan menjadi penengah agar seluruh pandangan tetap berada dalam koridor kebijakan negara.

“Di sini dipertemukan sudut pandang antara satu dengan yang lain untuk bisa sama-sama berada dalam komando pemerintah yang diberi mandat menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah,” terangnya.

Meski menjadi upaya penyatuan, Wamenag tetap menekankan pentingnya toleransi jika masih terdapat perbedaan hasil di lapangan. Menurutnya, menghormati keputusan pihak lain adalah cermin kedewasaan beragama.

“Kalau masih ada perbedaan setelah dipertemukan, maka kita harus saling menghormati. Harus saling menghargai,” katanya.

Ia berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti di meja sidang, tetapi terus berlanjut dalam interaksi sehari-hari antarumat beragama. Beliau menutup dengan menegaskan bahwa forum ini adalah level tertinggi dalam upaya penyamaan persepsi umat.

“Tidak ada pertemuan yang lebih tinggi selain sidang isbat dalam menyamakan pandangan kapan kita mulai Ramadan,” pungkasnya.

Berdasarkan musyawarah yang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, pemerintah secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Musyawarah mengacu pada hasil hisab dan rukyat yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama dan ormas-ormas Islam, serta dikonfirmasi oleh petugas pengamat di sedikitnya 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia. 

“Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Menag dalam konferensi pers tersebut.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya