Berita

Eggi Sudjana. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Eggi Sudjana: Kalau Roy Suryo Minta Maaf, Demi Allah Saya Maafkan

RABU, 18 FEBRUARI 2026 | 00:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Aktivis Eggi Sudjana meluapkan kemarahannya usai dituding berbagai macam oleh Roy Suryo Cs sejak pertemuannya dengan Jokowi di Solo bulan lalu. 

Menurut Eggi, tudingan Khozinudin, kuasa hukum Roy Suryo, bahwa dirinya “dibeli Jokowi” adalah fitnah serius, sehingga langkah melapor ke polisi adalah bentuk edukasi hukum dan bukan sebagai ajang balas dendam.

Ia merasa hak hukumnya terinjak setelah dituduh pengkhianat dan dilecehkan. Kemudian terkait pernyataan Roy Suryo yang menyebut “dua tuyul menemui jin Iprit”, Eggi menilai itu bukan sekadar satire.


Bagi Eggi, tuduhan tersebut sudah keterlaluan dan menyerang kehormatannya sebagai advokat dan aktivis yang selama ini konsisten dalam berjuang. Meski begitu, Eggi mengaku tetap membuka pintu maaf.

“Kalau dia (Roy Suryo) minta maaf, demi Allah saya maafkan. Tapi jangan terus menghina,” kata Eggi dikutip dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa malam, 17 Februari 2026.

Eggi sebelumnya juga tersinggung dengan pernyataan Khozinudin yang menyebut SP3 atas dirinya tidak sah karena “produk Solo”.

“SP3 itu produk undang-undang! User-nya Kapolri. Undang-undang itu produk Presiden dan DPR. Kalau bilang itu produk Solo, berarti menghina Presiden dan DPR,” tegasnya.

Merasa sebagai orang yang taat hukum, Eggi memilih melaporkan keduanya ke polisi atas tuduhan fitnah dan penghinaan, meski sebelumnya mereka adalah rekan seperjuangan, termasuk di dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).

"Tapi ketika dia menghina seperti ini, harga diri saya terinjak-injak enggak bisa dong. Batasnya di situ," pungkasnya.

Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sebelumnya telah melaporkan Khozinudin dan Roy Suryo ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik pada Minggu, 25 Januari 2026.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya