Berita

Ketua Umum Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Jonly Nahampun. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

LAMI Minta KPK Usut Proyek Pompanisasi Jakarta

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 19:13 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera menyelidiki dugaan penyelewengan proyek pompanisasi di Jakarta yang menelan anggaran ratusan miliar Rupiah.

Ketua Umum Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Jonly Nahampun mengatakan, masalah banjir yang tak kunjung teratasi di Jakarta disebabkan oleh lemahnya kepemimpinan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum.

"Ada dua persoalan utama yang kami lihat. Banjir masih menggenangi Jakarta padahal anggarannya ratusan miliar. Lalu, proyek-proyek penanganan banjir itu sendiri penuh keanehan yang mengarah ke penyelewengan," ujar Jonly dalam keterangan tertulis, Selasa 17 Februari 2026.


Menurut Jonly, terdapat delapan proyek pompanisasi dengan total nilai Rp475,6 miliar yang kini sudah masuk temuan auditor. Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai lokasi. 

"Total anggarannya hampir setengah triliun Rupiah. Begitu diaudit ternyata bermasalah. Ini harusnya langsung ditindak tegas," katanya.

LAMI juga mencurigai proses lelang kedelapan proyek tersebut. Meski menggunakan skema minikompetisi, hampir semua pemenangnya justru menawarkan harga mendekati nilai pagu anggaran.

Dia mencontohkan proyek pompanisasi Ancol senilai Rp320 miliar yang merupakan salah satu dari delapan proyek tersebut. Pemenangnya juga menawar harga sangat tinggi, nyaris menyamai anggaran yang tersedia. 

"Ini bukan cuma tidak efisien. Ada indikasi pengaturan skor dan permainan kotor dalam lelang," tuturnya.

Karena itu, LAMI mengajukan dua tuntutan tegas. Pertama, KPK harus turun tangan menginvestigasi seluruh rangkaian proyek pompanisasi ini. Kedua, Gubernur Pramono Anung harus memecat Kepala Dinas SDA.

"Gubernur Pramono sebenarnya punya program bagus, penanganan banjir harus cepat dalam hitungan jam. Sayangnya, kepala dinasnya tidak mendukung program itu. Malah bikin masalah baru," ujar Jonly.

Dia menekankan bahwa ini bukan urusan personal, melainkan tanggung jawab kepada warga Jakarta. 

"Warga Jakarta perlu pejabat yang kerja beneran, bukan yang malah bermain-main dengan anggaran publik," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya