Berita

Presiden AS Donald Trump dan Presiden RI Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Indonesia Bisa Kunci Dua Keuntungan Strategis di BoP

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 16:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keputusan Indonesia bergabung ke Board Of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump harus dilihat secara komprehensif dan penuh kalkulasi.

Pengamat Hubungan Internasional dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Faruq Arjuna Hendroy menilai langkah tersebut berpotensi mengamankan setidaknya dua keuntungan strategis bagi Indonesia, baik dari sisi diplomasi bilateral maupun reputasi global.

“Jika semua berjalan sesuai rencana, setidaknya Indonesia bisa mengamankan dua keuntungan dari keputusan ini,” ujar Faruq kepada RMOL, Selasa 17 Februari 2026.


Keuntungan pertama, kata Faruq, berkaitan erat dengan hubungan Indonesia-Amerika Serikat. Keputusan bergabung ke BoP dinilai menjadi daya tawar penting dalam negosiasi perdagangan, khususnya di tengah kebijakan tarif resiprokal 19 persen yang agresif Amerika Serikat.

“Pasalnya, saat Amerika menerapkan tarif resiprokal gila-gilaan bagi hampir semua negara di dunia, Indonesia perlu melobi agar tidak dikenakan tarif yang berat, dan keputusan bergabung ke BOP menjadi salah satu bahan diplomasi itu,” kata Faruq.

Master Candidate of Peace and Conflict Studies The University of Queensland ini menambahkan, langkah tersebut terbukti berdampak positif. Setelah Indonesia resmi bergabung ke BoP, Amerika Serikat menghapus tarif impor untuk sejumlah komoditas unggulan Indonesia.

“Seperti kelapa sawit, minyak kelapa, kopi, dan kakao. Ini keringanan tambahan yang diberikan Amerika ke Indonesia selain tarif resiprokal 19 persen yang sudah disepakati jauh sebelumnya,” kata Faruq.

Selain aspek ekonomi, Faruq juga menyoroti potensi keuntungan kedua, yakni peningkatan reputasi internasional Indonesia. Keterlibatan aktif dalam upaya mediasi konflik berkepanjangan di Timur Tengah dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia di panggung global.

“Tapi ini sebenarnya juga masih melihat bagaimana dinamika di BoP berjalan,” kata Faruq.

Menurut Faruq, hasil konkret dari proses mediasi akan sangat menentukan citra Indonesia ke depan.

“Kalau ternyata hasilnya sesuai visi Indonesia, yaitu gencatan senjata permanen tercapai, lalu rekonstruksi Gaza juga rampung, tentu Indonesia mendapatkan reputasi baik,” kata mantan Aktivis IMM Ciputat ini.

Kendati begitu, masih kata Faruq, jika dinamika yang berjalan tidak sesuai harapan, Indonesia bisa menarik diri dari BoP. 

“Tapi dengan skenario ini, setidaknya Indonesia tidak rugi banget, karena sudah mengunci kesepakatan tarif dengan Amerika,” pungkas Faruq.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya