Berita

Hamas (Foto: BBC)

Dunia

Israel Ancam Lanjut Perang Jika Hamas Tidak Dilucuti dalam 60 Hari

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 14:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Israel melontarkan ancaman keras akan melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza apabila upaya pelucutan senjata terhadap Hamas tidak terealisasi dalam kurun waktu dua bulan. 

Ultimatum tersebut disampaikan di tengah kondisi gencatan senjata yang masih rapuh dan terus diwarnai serangan sporadis di wilayah konflik.

Sekretaris Kabinet Israel, Yossi Fuchs, yang juga penasihat senior Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyatakan pihaknya berencana memberikan waktu 60 hari kepada Hamas untuk menyerahkan seluruh persenjataan. 


Ia menegaskan apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, militer Israel akan melanjutkan serangan militernya di Gaza.

"Jika tidak mematuhi, militer Israel akan menyelesaikan misi di Gaza," ancamnya, seperti dikutip dari Al Mayadeen, Selasa, 17 Februari 2026.

Fuchs menjelaskan bahwa proses pelucutan senjata mencakup seluruh jenis persenjataan, termasuk senjata ringan seperti senapan AK-47. Israel, lanjutnya, akan mengevaluasi hasil upaya tersebut setelah tenggat waktu berakhir. 

Netanyahu juga kembali menekankan bahwa pelucutan senjata harus mencakup senjata ringan yang menurut klaim Israel digunakan dalam operasi 7 Oktober.

Ancaman tersebut muncul seiring inisiatif diplomasi yang digagas Amerika Serikat melalui forum Board of Peace yang menetapkan tenggat waktu pelucutan senjata selama 60 hari. 

Sementara itu, laporan The New York Times menyebut rancangan proposal mediator Amerika berpotensi mengizinkan Hamas mempertahankan sebagian senjata ringan pada tahap awal, namun tetap menuntut penyerahan senjata yang dianggap mampu menyerang Israel. 

Dokumen tersebut dilaporkan akan disampaikan kepada Hamas dalam beberapa pekan ke depan.

Di lapangan, situasi keamanan di Jalur Gaza masih jauh dari stabil meskipun gencatan senjata resmi berlaku sejak 11 Oktober 2025. 

Israel dilaporkan tetap mempertahankan penguasaan di sejumlah wilayah Gaza serta melanjutkan serangan terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas publik.

Data terbaru menunjukkan sejak pemberlakuan gencatan senjata, lebih dari 591 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas dan lebih dari 1.598 lainnya mengalami luka-luka. 

Sementara sejak konflik besar pecah pada Oktober 2023, korban jiwa warga Palestina disebut telah melampaui 72 ribu orang dengan lebih dari 171 ribu lainnya terluka, menjadikan perang Gaza sebagai salah satu konflik paling mematikan dalam sejarah modern.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya