Berita

Ilustrasi pengamatan hilal Ramadan (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Saudi News Network)

Dunia

Untuk Pertama Kalinya, UEA dan Arab Saudi Berpotensi Beda Tentukan Awal Puasa

SELASA, 17 FEBRUARI 2026 | 12:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penentuan awal Ramadan 2026 berpotensi berbeda antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi. Para astronom di UEA menyatakan hilal tidak mungkin terlihat pada Selasa, 17 Februari 2026, tanggal yang diperkirakan akan dijadikan acuan Arab Saudi untuk memulai puasa.

Jika Saudi tetap menetapkan Ramadan mulai Rabu, 18 Februari, sementara UEA mengikuti kajian ilmiah, maka UEA kemungkinan baru memulai Ramadan pada Kamis, 19 Februari. Ini bisa menjadi penyimpangan langka, mengingat selama ini UEA hampir selalu mengikuti keputusan Arab Saudi.

Secara ilmiah, Akademi Astronomi Sharjah menyebut hilal mustahil terlihat pada 17 Februari, bahkan dengan bantuan teknologi modern. Pernyataan serupa disampaikan Mohammad Odeh, Direktur International Crescent Observation Project (ICOP) yang berbasis di Abu Dhabi.


“Jika ada laporan penampakan hilal pada hari itu, hal tersebut secara pasti menunjukkan kesalahan persepsi, karena bulan memang tidak ada di langit," kata Odeh, dikutip dari MEE, Selasa 16 Februari 2026.

Pendapat ini diperkuat oleh Imad Ahmed dari New Crescent Society di Inggris, yang bekerja sama dengan Royal Observatory Greenwich. Menurutnya, pada 17 Februari 2026, bulan sabit secara astronomis mustahil terlihat bukan hanya di Timur Tengah, tetapi juga di Asia, Afrika, dan Eropa.

Namun, banyak pakar memperkirakan Arab Saudi tetap akan mengumumkan awal Ramadan pada Rabu, seperti yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya meski bertentangan dengan perhitungan astronomi. Jika ini terjadi, besar kemungkinan UEA tetap mengikuti Saudi, meski para astronomnya sendiri sudah menyatakan hal itu tidak valid secara ilmiah.

Situasi ini menimbulkan kebingungan di kalangan umat Muslim, terlebih hubungan diplomatik kedua negara Teluk tersebut juga sedang memburuk. Sebagai catatan, pada 2024 lalu, Oman dan Yordania sempat berbeda dengan Arab Saudi dalam penetapan awal Ramadan, menunjukkan bahwa perbedaan semacam ini bukan sesuatu yang mustahil.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya