Berita

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

DJP Perlu Kerja Ekstra Kejar Target Penerimaan Pajak 2026

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 23:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menegaskan pencapaian target penerimaan pajak tahun ini membutuhkan ekstra effort.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut secara ceteris paribus penerimaan pajak berpeluang melampaui target tahun ini.

Bimo menjelaskan, secara perhitungan, peluang tersebut terbuka jika kinerja penerimaan bisa dipertahankan seperti awal tahun.


Pada Januari lalu, penerimaan pajak tercatat tumbuh sekitar 30 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kalau kita bisa mempertahankan pertumbuhan 30 persen, ya tentu bisa melampaui target. Masalahnya, ini kan selalu ada ups and downs,” ujar Bimo di Jakarta, Senin, 16 Februari 2026.

Ia mengingatkan, capaian tersebut perlu dilihat secara hati-hati. Pasalnya, pada periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak sempat terkontraksi cukup dalam hingga 40 persen. Selain itu, pada tiga bulan pertama tahun ini aktivitas ekonomi dan restitusi pajak kata Bimo, belum terlalu tinggi.

“Januari-Maret itu belum ada aktivitas yang terlalu tinggi sehingga restitusi segala macam belum sebanyak. Jadi kita mesti lihat itu juga,” jelasnya.

Karena itu, menurut Bimo, asumsi ceteris paribus tidak bisa sepenuhnya dijadikan pegangan. Untuk menjaga tren penerimaan tetap kuat hingga akhir tahun, DJP menyiapkan sejumlah langkah penguatan, terutama dengan memperluas basis penerimaan.

Menurut Bimo, peningkatan penerimaan bruto berarti memperbesar basis pajak. Ia menilai restitusi juga mencerminkan aktivitas ekonomi yang kuat, terutama ketika nilai tambah lebih besar berada pada sisi input dibandingkan output.

“Bruto itu berarti saya tambah basis penerimaan pajak. Restitusi juga kan sebenarnya kegiatan ekonomi yang value added-nya lebih banyak di input-nya daripada output. Artinya, PPN kalau bergerak, industri bergerak, konsumsi juga bergerak. Makanya saya bilang apa? Gross revenue-nya harus naik. Kita harus kerja lebih keras supaya gross revenue-nya naik,” terangnya.

Untuk itu, DJP kata Bimo akan mendorong peningkatan penerimaan bruto, memperluas basis pajak melalui ekstensifikasi, mempercepat elektronifikasi sistem, serta mengoptimalkan implementasi Coretax. DJP juga berkomitmen memperbaiki administrasi dan proses bisnis agar lebih efisien dan cepat.

“Kita mesti ada super extra effort yang bisa mendukung perluasan basis (pajak), perbaikan administrasi yang lebih bagus, lebih efisien lebih kenceng, proses-proses bisnis yang lebih kenceng juga,” tegasnya.

Di sisi lain, Bimo menekankan pentingnya menjaga integritas aparatur pajak sebagai fondasi utama dalam mengamankan penerimaan negara.

“Integritas teman-teman juga harus saya jaga betul,” pungkasnya.

Untuk diketahui, target penerimaan pajak 2026 ditetapkan sebesar Rp2.357,7 triliun atau naik 22,95 persen dari realisasi tahun lalu, serta tumbuh 7,69 persen dari target 2025.

Berdasarkan data DJP, penerimaan pajak sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp1.917,6 triliun atau hanya 87,6 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya