Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto: Istimewa)

Politik

Purbaya atau Teddy Indra Wijaya Tak Otomatis Gantikan Gibran pada 2029

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 13:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka berpeluang tidak lagi mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2029.

Pengamat Citra Institute, Efriza mengatakan, meski Gibran tak lagi dipilih, namun tak lantas Prabowo bisa langsung dipasangkan dengan sejumlah sosok yang tengah populer di publik saat ini.

Beberapa nama menteri dicatat lembaga survei memiliki popularitas yang lebih tinggi ketimbang Gibran, seperti Sekretaris Kebinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.


"Teddy atau Purbaya memang menarik, tetapi belum cukup menjadi indikator bahwa mereka akan otomatis masuk bursa cawapres 2029," ujar Efriza RMOL, Senin 16 Februari 2026. 

Magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu mengurai, salah satu alasan Purbaya tidak pas mendampingi Prabowo, berkaca dari sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang sebelum Pilpres 2024 lalu sempat punya angka popularitas tinggi.

"Purbaya berani, bekerja baik, tetapi mayoritas publik belum tentu menyukainya. Apalagi sosok Purbaya yang ceplas-ceplos, mendapat label 'koboi'," urai Efriza.

"Bahkan, baru-baru ini (Purbaya) malah berselisih paham dengan Menteri KKP, artinya diyakini sosok Purbaya memungkinkan hanya diperhitungkan sebagai sosok menteri, itu pun dengan catatan ia tidak kena reshuffle ya," sambungnya.

Sementara untuk peluang sosok Teddy berpasangan dengan Prabowo, menurut Efriza secara etika politik tidak pas, sebab selama ini Teddy dipersepsi sebagai orang kepercayaan Prabowo yang loyal. 

"Belum tentu juga Teddy akan didukung oleh para purnawirawan TNI," tuturnya.

"Kecenderungan di Indonesia adalah perpaduan tokoh militer dan tokoh sipil," sambungnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya