Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Bergerak Datar Jelang Pertemuan AS-Iran di Jenewa

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 10:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Jenewa cukup membuat para pelaku pasar minyak dunia berhati-hati karena ketegangan geopolitik masih membayangi pasokan global.

Dikutip dari Reuters, pada pembukaan perdagangan Senin 16 Februari 2026, harga minyak dunia bergerak cukul stabil. Brent berada di kisaran 67,72 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di kisaran 62,86 Dolar AS per barel. 

Kedua patokan ini sebelumnya mencatat penurunan mingguan, dipicu komentar Presiden Donald Trump yang menyebut peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran dalam waktu sekitar satu bulan.


Washington dan Teheran kembali membuka dialog awal bulan ini untuk membahas program nuklir Iran yang telah berlangsung puluhan tahun. Putaran kedua pembicaraan dijadwalkan berlangsung Selasa, 17 Februari 2026, dengan fokus mencegah eskalasi militer baru antara Amerika Serikat dan Iran.

Seorang diplomat Iran mengatakan negaranya mengupayakan kesepakatan yang membawa manfaat ekonomi bagi kedua pihak. Beberapa sektor yang masuk pembahasan antara lain energi, pertambangan, serta pembelian pesawat. Namun, analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menilai peluang tercapainya kesepakatan masih kecil.

“Dengan kedua pihak tetap berpegang pada garis merah masing-masing, ekspektasi kesepakatan sangat rendah. Ini kemungkinan hanya ketenangan sebelum badai,” ujarnya.

Di sisi lain, AS dilaporkan telah mengerahkan kapal induk tambahan ke kawasan Timur Tengah sebagai langkah antisipasi jika perundingan gagal. Garda Revolusi Iran juga memperingatkan akan membalas jika wilayah mereka diserang, termasuk menargetkan pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya