Berita

Jeffrey Epstein (Foto: Straight News)

Dunia

Jaksa Agung AS Rilis Daftar 300 Nama Tokoh dalam Dokumen Epstein

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 10:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi mengumumkan secara resmi daftar lebih dari 300 politisi dan figur publik ternama yang namanya tercantum dalam dokumen perkara terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein. 

Pengumuman itu disampaikan melalui surat kepada pimpinan Komite Yudisial Senat dan DPR AS, seiring pembukaan lebih dari 3,5 juta berkas kepada publik.

Dalam surat dijelaskan bahwa daftar mencakup individu yang saat ini atau sebelumnya menjabat sebagai pejabat pemerintah atau tergolong “politically exposed person”, dan namanya muncul setidaknya satu kali dalam dokumen yang dirilis berdasarkan undang-undang keterbukaan yang berlaku. 


Bondi bersama Wakil Jaksa Agung Todd Blanche memastikan seluruh materi yang berada dalam penguasaan departemen telah dipublikasikan sesuai ketentuan hukum. 

"Tidak ada catatan yang ditahan atau disunting 'atas dasar rasa malu, kerusakan reputasi, atau sensitivitas politik, termasuk terhadap pejabat pemerintah, tokoh publik, atau pejabat asing mana pun," tegasnya, seperti dimuat Reuters.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis tudingan adanya perlakuan khusus terhadap tokoh-tokoh tertentu.

Departemen Kehakiman AS (DOJ) menegaskan bahwa kemunculan nama tidak otomatis berarti keterlibatan dalam tindakan kriminal.

Beberapa dari 300 nama yang terdaftar termasuk Presiden Trump, Barack dan Michelle Obama, pendiri Microsoft Bill Gates, Bill Cosby, Robert De Niro, Bill dan Hillary Clinton, Jay Z dan Kim Kardashian.

Termasuk juga Pangeran Harry, Woody Allen, Kamala Harris, Mark Zuckerberg, Bruce Springsteen, Elon Musk, Paus Yohannes Paulus II, Nancy Pelosi, Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries (D-NY), Bono, Beyonce, dan banyak lagi.

DOJ kembali menekankan bahwa pencantuman nama semata-mata mencerminkan kemunculannya dalam kumpulan dokumen yang dirilis.

Kendati demikian, langkah DOJ memicu kontroversi baru di Capitol Hill. Sejumlah anggota Kongres mempersoalkan dugaan pemantauan terhadap aktivitas mereka saat meninjau berkas Epstein berdasarkan Epstein Files Transparency Act. 

Para anggota parlemen diberi kesempatan untuk membaca berkas-berkas yang belum disensor mulai Senin pekan lalu, tetapi DOJ ketahuan melacak riwayat pencarian mereka dalam kumpulan dokumen yang belum disensor tersebut.

“Merupakan tindakan yang memalukan jika (DOJ) menelusuri langkah-langkah investigasi anggotanya,” tegas anggota DPR dari Partai Demokrat, Jamie Raskin, kepada The Guardian.

Ia menyebut praktik tersebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang keterlaluan dan mendesak agar Inspektur Jenderal DOJ segera melakukan penyelidikan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya