Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Fenomena Bursa Sepekan: Nilai Transaksi Lesu, IHSG Justru Terbang Tinggi

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 08:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar modal Indonesia menunjukkan resiliensi yang luar biasa pada penutupan pekan kedua Februari 2026. Meski dibayangi aksi jual masif oleh investor asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berhasil terbang tinggi dan memecahkan rekor di level psikologis baru.

Berdasarkan data perdagangan periode 9-13 Februari 2026, IHSG melesat signifikan 3,4 persen ke posisi 8.212. Kenaikan tajam ini otomatis mendongkrak nilai kapitalisasi pasar (market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi Rp14.889 triliun, tumbuh Rp548 triliun hanya dalam waktu sepekan.

Ada dinamika menarik yang terjadi di lantai bursa sepekan terakhir. 


Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat menyusut 6,26 persen menjadi Rp23,2 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp24,75 triliun.

Namun, penurunan nilai ini tidak berarti pasar sepi peminat. Sebaliknya, rata-rata volume transaksi harian justru melonjak 4,63 persen dengan total 45,2 miliar saham berpindah tangan setiap harinya. Hal ini mengindikasikan tingginya aktivitas perdagangan pada saham-saham dengan harga yang lebih terjangkau namun memiliki basis massa yang besar.

Di balik kegemilangan IHSG, tekanan dari luar negeri masih terasa kental. Investor asing terpantau melanjutkan aksi "buang barang" dengan mencatatkan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp2,03 triliun pada penghujung pekan, Jumat 13 Februari 2026. 

Secara akumulatif, sejak awal tahun 2026, total modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai angka yang fantastis, yakni Rp16,49 triliun.

Penguatan IHSG di tengah arus keluar modal asing ini mencerminkan dominasi dan kepercayaan investor domestik yang kian kuat dalam menopang stabilitas pasar modal tanah air.  Saat ini, Investor menunggu pergerakan IHSG hari ini.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya