Berita

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. (Foto: Humas BGN)

Nusantara

Wakil Kepala BGN:

Kelompok Rentan Lebih Diprioritaskan Menerima MBG Ketimbang Siswa

SENIN, 16 FEBRUARI 2026 | 03:59 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai prioritas utama sasaran program sebelum menyasar peserta didik.

Penegasan ini dinilai penting karena masih terdapat perbedaan pemahaman di lapangan. Pada tahap awal pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdapat mitra yang langsung menjalin kerja sama dengan sekolah. 

Padahal, ketika dapur SPPG baru dibangun, sasaran pertama yang harus dipastikan adalah kelompok 3B.


“Harus saya tekankan di sini karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan,” tegas Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya saat memberikan pengarahan kepada KaSPPG, mitra, dan yayasan dalam Rapat Konsolidasi bersama Kasatpel, Mitra, dan Yayasan di Lampung, dikutip Minggu, 15 Februari 2026.

Ia juga mengungkapkan bahwa Program MBG memiliki keunggulan dibandingkan praktik di banyak negara lain. 

“Lebih dari 77 negara telah melaksanakan school meal atau makan gratis di sekolah. Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B,” ungkapnya.

Bahkan, Indonesia menjadi salah satu negara yang menghadirkan inovasi berupa pengantaran makanan bergizi ke rumah ibu hamil dan ibu menyusui melalui dukungan kader posyandu. Hal ini didasarkan pada pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, mengingat Program MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045.

Sony juga menyampaikan bahwa melalui program ini terjadi perubahan pola pikir masyarakat. Anak-anak di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, mulai memahami bahwa makanan bergizi harus mengandung unsur lengkap, yakni karbohidrat, protein, serat, dan vitamin.

“Mindset Indonesia berubah. Yang tadinya tidak memerhatikan apa saja unsurnya, sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, dari desa sampai metropolitan, bahwa makan itu isinya empat unsur: karbohidrat, protein, serat, dan vitamin,” pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya