Berita

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. (Foto: RMOL)

Politik

PDIP Layak Perhitungkan Megawati Jadi Capres 2029

MINGGU, 15 FEBRUARI 2026 | 20:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peluang Megawati Soekarnoputri untuk kembali diusung sebagai calon presiden pada Pilpres 2029 dinilai  Analis komunikasi politik Hendri Satrio masih terbuka lebar. 

Dengan pengalaman panjang di panggung politik nasional serta pengaruh kuat di internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati disebut tetap menjadi figur yang layak diperhitungkan dalam kontestasi mendatang.

“Akan jadi mengejutkan bila nanti tiba-tiba PDI Perjuangan mencalonkan Megawati Soekarnoputri, mungkin saja ia dicalonkan karena faktor perhelatan panggung terakhir Megawati," kata Hensat, sapaan karib Hendri Satrio, Minggu, 15 Februari 2026.


Menurut Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, posisi Megawati bukan sekadar simbol partai, melainkan figur yang masih punya daya tarik politik.

Hensat menggarisbawahi keuntungan elektoral bagi PDIP jika Megawati maju. Ia menilai pencalonan itu bisa memberi efek ekor jas besar, sekaligus mengubah dinamika kontestasi ketika berhadapan dengan Prabowo Subianto pada 2029.

“Karena Prabowo akhirnya juga punya lawan, dan selama ini hubungan mereka juga baik walaupun terkesan Megawati oposisi, tapi coattail effect buat PDIP-nya itu besar banget," ujarnya.

Alasan lain PDI Perjuangan perlu mempertimbangkan Megawati ialah soal soliditas basis. Ia menyebut, untuk mesin partai dan pemilih inti, Megawati masih menjadi magnet yang sulit digantikan.

“Kalau buat simpatisan, kader, pendukung PDI Perjuangan, Megawati ini gede banget dukungannya. Jadi kalau dia maju pasti coattail effect PDI Perjuangannya juga naik,” kata Hensa.

Soal kans kemenangan, Hensat mengakui peluang Megawati tidak besar jika menghadapi Prabowo sebagai petahana.
Namun, ia menekankan bahwa dampak terhadap kekuatan PDI Perjuangan di pemilu legislatif menjadi pertimbangan penting.

"Memang kalau lawan Pak Prabowo ini, memang sulit dikalahkan karena dia petahana dan sejauh ini belum ada petahana yang kalah dalam Pemilu kita sejak 2004," kata Hensat.

"Tapi untuk coattail effect PDI Perjuangan, harus Megawati Soekarnoputri. Karena kalau enggak Bu Mega, ini bisa jadi kalah sama Gerindra nanti, putus rekor mereka di Pileg yang sudah hattrick," sambungnya.

Dalam hitungannya, persaingan legislatif akan semakin ketat, termasuk karena Gerindra dinilai bakal menaikkan usahanya untuk meraup kursi legislatif. Karena itu, Hensa menyebut, PDIP perlu mengeluarkan “kartu” yang paling kuat untuk menahan penurunan suara yaitu Megawati Soekarnoputri.

“Saya menduga Gerindra akan genjot kenceng pileg ini, angka sekitar 35 persen di 2029 itu menurut saya enggak mustahil buat ditembus oleh Gerindra. Maka supaya tetap berada di tataran elit, PDI Perjuangan harus mengeluarkan kartu truf yaitu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.

Menurut Hensat, mengajukan nama selain Megawati berisiko memantik kalkulasi suksesi ketua umum, sehingga soliditas belum tentu setinggi ketika Megawati yang maju.

“Kalau misalnya yang lain, misalnya Mas Pram, Mbak Puan, atau Mas Ganjar, itu selain intrik-intrik PDI Perjuangan karena dia berpeluang menggantikan Ibu sebagai Ketua Umum, belum tentu sesolid kalau Megawati yang maju," katanya.

Oleh karena itu, selama Megawati masih memungkinkan untuk dicalonkan, langkah itu dapat sekaligus membuka ruang transisi kepemimpinan yang lebih halus di PDI Perjuagan setelahnya.

“Karena mungkin setelah itu dia mau pensiun sebagai Ketua Umum, makan kemudian PDI Perjuangan bisa jadi akan mengajukan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden di 2029, dan enggak rugi juga buat PDI Perjuangan," pungkas Hensat.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya