Berita

Ketua BNP, Tarique Rahman (Foto: Belfast Telegraph)

Dunia

BNP Menang Telak, Tarique Rahman Janji Bangun Demokrasi Bangladesh

MINGGU, 15 FEBRUARI 2026 | 08:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kemenangan telak Bangladesh Nationalist Party (BNP) dalam pemilihan parlemen Bangladesh menandai babak baru politik negeri berpenduduk lebih dari 170 juta jiwa itu. 

Ketua BNP, Tarique Rahman yang akan segera menjadi Perdana Menteri baru menyatakan komitmennya untuk membangun kembali demokrasi dan memperkuat institusi negara yang dinilai melemah dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam konferensi pers pertamanya di ibu kota Dhaka, Rahman menegaskan bahwa pemerintahannya akan dihadapkan pada tantangan berat, mulai dari ekonomi yang rapuh hingga persoalan keamanan dan ketertiban. 


BNP meraih mayoritas kursi di parlemen beranggotakan 350 orang, sementara aliansi 11 partai yang dipimpin Jamaat-e-Islami bersiap menjadi oposisi utama.

Pemilu ini merupakan yang pertama sejak tergulingnya mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina dalam gelombang protes besar pada 2024. 

Pemerintahan sementara yang dipimpin peraih Nobel Perdamaian, Muhammad Yunus, mengawasi proses pemungutan suara yang berlangsung relatif damai dan dinilai sebagai momentum perubahan politik signifikan.

Rahman tidak menampik kondisi berat yang diwarisi dari rezim sebelumnya. 

“Kita akan memulai perjalanan kita dalam situasi yang ditandai oleh ekonomi rapuh yang ditinggalkan oleh rezim otoriter, lembaga konstitusional dan hukum yang melemah, serta situasi ketertiban umum yang memburuk,” ujarnya, seperti dikutip dari PBS News, Minggu, 14 Februari 2026. 

Putra mendiang mantan Perdana Menteri Khaleda Zia itu juga menyerukan persatuan nasional guna mencegah kembalinya otoritarianisme. 

“Untuk memastikan bahwa tidak ada kekuatan jahat yang dapat membangun kembali otokrasi di negara ini, dan untuk memastikan bahwa bangsa ini tidak berubah menjadi negara yang tunduk, kita harus tetap bersatu dan menjunjung tinggi kehendak rakyat,” tegasnya.

BNP selama ini menjadi rival utama partai Awami League yang kini telah dibubarkan. 

Hasina, yang memimpin selama 15 tahun, dituduh semakin otoriter dan telah divonis atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait ratusan kematian dalam aksi protes berkepanjangan. 

Pemerintahan baru dijadwalkan akan dilantik dalam beberapa hari ke depan, dengan harapan membawa stabilitas dan arah baru bagi demokrasi Bangladesh.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya