Berita

Ilustrasi lubang hitam atau black hole (NASA)

Tekno

Untuk Pertama Kalinya Lubang Hitam Terekam Menelan Bintang

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 15:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Satelit astronomi milik Tiongkok berhasil menangkap momen langka ketika sebuah lubang hitam bermassa sedang merobek dan menelan bintang katai putih. Ini menjadi pengamatan pertama di dunia untuk jenis peristiwa ekstrem tersebut.

Peristiwa ini pertama kali terpantau pada 2 Juli 2025, saat teleskop sinar-X sudut lebar di satelit tersebut mendeteksi pancaran radiasi yang sangat terang dan berubah cepat. Temuan ini langsung memicu pengamatan lanjutan oleh berbagai teleskop di banyak panjang gelombang.

Menurut Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (NAOC), karakteristik cahaya yang muncul - mulai dari pola kecerahan hingga spektrum radiasi - tidak cocok dengan ledakan kosmik mana pun yang pernah dicatat sebelumnya.


Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa fenomena ini terjadi akibat gangguan pasang surut (tidal disruption), yaitu kondisi ketika sebuah bintang terlalu dekat dengan lubang hitam dan hancur oleh tarikan gravitasi yang luar biasa kuat.

“Fenomena ini sangat mirip dengan peristiwa gangguan pasang surut yang disertai semburan jet, ketika lubang hitam benar-benar merobek sebuah bintang,” kata Zhang Wenda, peneliti rekanan di NAOC, dikutip dari Xinhua, Sabtu 14 Februari 2026.

Berbeda dengan kebanyakan kasus sebelumnya yang melibatkan bintang gas biasa, kali ini objek yang hancur adalah bintang katai putih, yaitu sisa inti bintang yang sangat padat, dengan kepadatan hingga satu juta kali Matahari.

Secara teori, hanya lubang hitam bermassa sedang (sekitar ratusan hingga ratusan ribu kali massa Matahari) yang mampu merobek bintang sepadat ini. Jika lubang hitam terlalu besar, bintang justru akan langsung “ditelan utuh” tanpa menghasilkan ledakan cahaya yang bisa diamati.

Para ilmuwan meyakini proses ini memicu ledakan energi singkat namun sangat intens, kemungkinan disertai semburan plasma berkecepatan tinggi sesuai dengan kilatan ekstrem yang terekam.

Hingga kini, lebih dari 100 peristiwa gangguan pasang surut telah terdokumentasi. Namun hampir semuanya melibatkan bintang biasa, dengan puing-puing yang jatuh ke lubang hitam selama bertahun-tahun. Kasus bintang katai putih seperti ini tergolong sangat langka.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya