Berita

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Indonesia Outlook 2016 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Presiden Prabowo: Waktunya "The New Indonesia" Tanpa Celah Korupsi

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 13:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan sikap tegasnya terhadap salah satu tantangan terbesar bangsa; korupsi. 

Secara blak-blakan ia mengakui bahwa praktik ini masih menjamur di tanah air dan menuntut pembersihan total tanpa pandang bulu.

Pesan kuat ini disampaikan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat 13 Februari 2026. Di hadapan para kolega dalam dan luar negeri, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menutup mata atas kekurangan yang ada.


Bagi Presiden, pemberantasan korupsi bukan sekadar slogan, melainkan misi untuk menghentikan segala bentuk kebocoran anggaran dan manipulasi yang terjadi di berbagai tingkatan birokrasi.

“Banyak kawan-kawan luar negeri, kita tidak perlu malu kalau kita punya kekurangan. Korupsi masih terlalu banyak. Kita harus habiskan korupsi dari bumi Indonesia,” ungkap Prabowo.

Ia juga menambahkan bahwa sasarannya meliputi seluruh praktik ilegal yang merugikan negara.

“Segala kebocoran, segala penyelewengan, segala manipulasi, semua. Semua tingkatan,” tegasnya.

Meski mengusung semangat "nol kompromi", Presiden memberikan catatan penting agar penegakan hukum tetap berjalan di koridor yang benar. Beliau mengingatkan agar jangan sampai terjadi kegagalan keadilan (miscarriage of justice) dalam proses pembersihan tersebut.

“Tidak ada kompromi. Kita harus tegakkan hukum dengan baik. Tapi tidak boleh ada miscarriage of justice,” lanjut Prabowo.

Di akhir pernyataannya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyongsong lahirnya The New Indonesia. Sebuah identitas baru bagi Indonesia yang bersih, transparan, dan berintegritas.

"Kita harus bersihkan ya. Kita harus ada The New Indonesia. The New Indonesia, harus, tidak boleh, tidak boleh ada korupsi,” tutupnya dengan optimis.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya