Berita

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Indonesia Outlook (Tangkapan layar RMOL dari YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo kepada Para Pakar: Silakan Nilai, Kita akan Buat Kejutan

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Prabowo Subianto mempersilakan para pakar dan pengamat ekonomi menilai kinerja pemerintahannya, sembari menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan menghadirkan “kejutan demi kejutan” di sektor ekonomi.

Dalam pidato sambutannya di ajang Indonesia Economic Outlook, Jumat 13 Februari 2026, Prabowo menegaskan optimisme terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Ia menyatakan tidak keberatan jika kebijakan dan hasil kerja pemerintah diuji serta dikritisi para akademisi dan pengamat.

“Para pakar silakan menilai. Saya percaya kita akan membuat kejutan demi kejutan," ujarnya.


Pernyataan tersebut menjadi sinyal kepercayaan diri pemerintah terhadap capaian yang mulai terlihat setelah hampir satu tahun berjalan.

Presiden mengungkapkan bahwa sejumlah kepala daerah melaporkan adanya dampak nyata dari kebijakan pemerintah, di antaranya; konsumsi rumah tangga meningkat, kemiskinan mulai menurun, pengangguran terbuka menurun, jumlah tenaga kerja meningkat, serta Rasio Gini menunjukkan tren perbaikan. 

Rasio Gini (Gini Ratio atau Koefisien Gini) adalah alat statistik untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan atau pengeluaran penduduk dalam suatu wilayah.

Prabowo juga menyebut laporan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menyatakan konsumsi rumah tangga pada Januari mengalami peningkatan.

Ia kemudian menekankan bahwa salah satu motor penggerak ekonomi bawah adalah program Makan Bergizi Gratis, yang kini telah menjangkau 60,2 juta penerima manfaat per hari, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Menurutnya, program ini bukan hanya kebijakan sosial, tetapi juga stimulus ekonomi yang mendorong pertumbuhan di desa dan kecamatan.

Di hadapan peserta forum, Presiden menegaskan Indonesia tidak boleh lagi merasa rendah diri atau selalu didikte pihak luar. Ia menekankan pentingnya berdiri di atas kaki sendiri dengan mengelola sumber daya alam untuk kepentingan rakyat.

“Kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain. Kita bekerja untuk rakyat,” tegasnya.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya