Berita

Founder Clairmont, Susana Darmawan dan tim kuasa hukum yang dipimpin Regan Jayawisastra saat konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026. (Foto: Clairmont)

Nusantara

Clairmont Laporkan Codeblu ke Polisi, Ini Sebabnya

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 02:26 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

PT Prima Hidup Lestari perusahaan yang memproduksi kue dengan brand Clairmont resmi melaporkan food blogger atau vlogger, William Codeblu ke Direktorat Siber Bareskrim Polri terkait dugaan penyebaran informasi tidak benar serta dugaan pemerasan.

Laporan teregistrasi dengan nomor LP nomor LP/B/51/II/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 2 Februari 2026.

“Kami laporkan yang bersangkutan inisial CB, nama aslinya WA, itu kami laporkan di Mabes Polri dengan Pasal 29 dan dan Pasal 35,” kata Pengacara Clairmont, Regan Jayawisastra kepada wartawan, Jumat, 13 Februari 2026.


Adapun, dasar pelaporan saat Codeblu diduga mengunggah video review negatif tentang kue Clairmont. 

Akibatnya, Clairmont mengklaim mengalami kerugian karena produknya tidak laku dijual dan juga ada banyak konsumen yang membatalkan pesanan. 

Tentu, peristiwa ini membuat Founder Clairmont, Susana Darmawan geram dan merugi hingga Rp5 miliar.

“Kerugian kami itu bukan kecil karena pada saat kami dicemar itu pas peak season (permintaan tinggi). Di mana kami sudah menyediakan ribuan stok, juta, ratusan juta, miliaran inventory yang mana setelah season itu tidak terjual. Tapi kita tetap harus bayar semua supplier, karyawan, dan hidup sebagai pengusaha itu nggak gampang,” jelasnya.

Selanjutnya, Codeblu juga diduga melakukan pemerasan. Sebab, Susana mengaku sempat membangun komunikasi dengan Codeblu guna mengetahui duduk perkara. Sayangnya, Codeblu diduga malah meminta fee dengan dalih menawarkan konsultasi untuk memperbaiki citra.

Akhirnya, negosiasi tidak berjalan dengan baik, dan Clairmont memutuskan untuk menempuh jalur hukum.


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya