Berita

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: Dokumentasi DPP PDIP)

Politik

Sekjen PDIP: Bencana adalah Teguran Akibat Kebijakan yang Salah

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 00:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tidak ada satu pihak pun yang merasa senang atas terjadinya bencana alam di Indonesia. Namun, bencana harus dimaknai sebagai peringatan keras (teguran) bagi semua pihak untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana.

Hal itu disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam acara pemberian apresiasi kepada relawan kesehatan pasca-misi kemanusiaan di Sumatera yang berlangsung di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

“Apakah kita senang menghadapi bencana? Tentu saja tidak. Persoalan bencana ini merupakan suatu teguran bagi kita semua yang telah membiarkan bumi kita menderita melalui kebijakan-kebijakan yang salah di masa lalu,” tegas Hasto.


Ia pun berharap para pemimpin bangsa disadarkan bahwa kerusakan ekologis memerlukan tindakan korektif yang nyata, bukan sekadar respons saat kejadian berlangsung.

Lebih jauh, Hasto lantas mengingatkan bahwa melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas), PDIP konsisten mengusung agenda politik ekologi lewat Gerakan 'Merawat Pertiwi' yang meliputi penjagaan hutan, sungai, hingga disiplin tata ruang, menjadi kunci utama mencegah dampak bencana yang lebih luas.

“Kita mengusung politik ekologi agar dengan menjaga kelestarian lingkungan dan hutan-hutan kita, kita menyelamatkan bumi agar bumi menyatukan kita,” ujarnya.

Selain langkah preventif, Hasto juga mendorong pemerintah untuk menguasai teknologi prediksi bencana guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Ia menekankan pentingnya sistem mitigasi yang lebih terkoordinir, cepat, dan efektif.

Sebagai bentuk keseriusan, Hasto memaparkan instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menyiagakan setidaknya dua batalyon relawan yang terlatih dan siap dimobilisasi kapan saja ke titik bencana.

“Kita belajar dari bencana. Semoga ini akan mendorong upaya-upaya koreksi terhadap berbagai kebijakan yang justru di masa lalu memberikan dampak penderitaan pada rakyat,” tandas politisi asal Yogyakarta itu.

Apresiasi ini diberikan sebagai penutup dari misi kemanusiaan selama dua bulan yang melibatkan puluhan unit ambulans dan tenaga medis profesional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya