Berita

Anggota DPW Garda Satu Papua Barat, Jamaludin Musa’ad. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Nusantara

Garda Satu Papua Barat Tempuh Jalur Hukum Atasi Aksi Premanisme

SABTU, 14 FEBRUARI 2026 | 00:10 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Salah seorang Anggota DPW Garda Satu Papua Barat, Jamaludin Musa’ad, jadi korban pemukulan yang dilakukan oleh terduga pelaku berinisial AK.

Atas peristiwa itu, Jamaludin langsung melakukan laporan ke Polres Kabupaten Fakfak dengan Nomor register: LP/B/26/II/2026/SPKT/POLRES FAK-FAK/POLDA PAPUA BARAT tanggal 13 Februari 2026 pukul 02.13 WIT.

Menurut keterangan yang diterima redaksi, Jamaludin menjelaskan kronologis kejadian pemukulan yang terjadi saat dia sedang berada di rumah saudaranya  di Jalan Yos Sudarso, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak pada Kamis, 12 Februari sekitar pukul 22.00 WIT.


Sehari sebelumnya, memang AK datang ke rumah saudara korban dengan membawa undangan untuk pertemuan pada di SPKT Polres Fakfak pada Kamis, 12 Februari 2026 sekitar pukul 20.00 WIT.

Lalu, Jamaludin pun mendatangi Polres Fakfak sesuai waktu yang ditentukan oleh terlapor.

Jamaludin sempat menunggu kedatangan terlapor, namun terlapor tidak datang.

"Saya sempat menunggu satu jam, tapi saudara terlapor tidak datang-datang. Akhirnya saya pulang ke rumah saudara saya,” kata Jamaludin.

Tak berselang lama, sekitar pukul 22.00 WIT, terlapor mendatangi Jamaludin di rumah tantenya dan bertemu dengan korban.

“Saat pelaku datang, dia sempat berkata ‘saya ada acara di rumah, jadi saya terlambat datang ke kantor polisi, ko tunggu hari Minggu’,” ucap Jamaludin menirukan perkataan terlapor.

Menurut Jamaludin, saat berbicara tersebut, pelaku sambil menunjuk-nunjuk jari ke arah wajah Jamaludin dan emosi keduanya memuncak.

"Saya meminta agar beliau menurunkan tangannya karena sikap tersebut tidak sopan,” ungkapnya.

Namun, terlapor justru langsung memukul bagian dagu korban, dan kembali memukul bagian belakang kepala korban. Melihat kejadian tersebut, Ketua DPW Garda Satu Papua Barat, Samsudin mengecam aksi premanisme.

“DPW Garsa Satu Papua Barat tidak mentolerir gerakan premanisme, arogan, yang ada di Papua Barat, khususnya di Kabupaten Fakfak. Kami minta polisi segera menangkap pelaku serta bekerja secara transparan dan objektif, sehingga tercipta keadilan bagi korban. Kami juga akan terus mengawal proses hukum sampai persidangan,” tegas Samsudin.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya