Berita

Peneliti RISED Fajar Rakhmadi dan pengamat Fithra Faisal Hastiadi dalam diskusi RISED di Jakarta (Foto: RISED)

Bisnis

Riset RISED: MBG Belum Ubah Struktur Ekonomi, Tapi Sangat Dibutuhkan

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 17:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Survei terbaru dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) terhadap 1.800 responden mencatat, mayoritas orang tua dari rumah tangga rentan mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sebanyak 81 persen orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG. Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” kata M. Fajar Rakhmadi, Peneliti RISED, dikutip redaksi pada Jumat, 13 Februari 2026.

Mayoritas responden (84 persen) menyebut MBG diterima setiap hari sekolah. Namun, 69 persen orang tua mengatakan anak mereka baru menikmati program ini kurang dari enam bulan, sehingga dampak jangka panjang belum bisa diukur.


Perubahan paling terasa terjadi pada pola makan anak. Sebanyak 72 persen orang tua melihat anak lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, dan 55 persen menyebut anak lebih terbuka terhadap variasi makanan. Meski begitu, RISED menegaskan dampak terhadap status gizi, kesehatan, maupun prestasi belajar masih perlu evaluasi jangka menengah dan panjang.

RISED juga memberi sejumlah catatan: posisi MBG perlu diperjelas, apakah sebagai program sosial, intervensi gizi, atau strategi pembangunan SDM, agar indikator keberhasilan tidak tumpang tindih. Kualitas menu, variasi gizi, ketepatan distribusi, serta evaluasi longitudinal dinilai krusial untuk menjaga manfaat program tetap optimal.

Sementara itu, ekonom Fithra Faisal Hastiadi dari Universitas Indonesia menilai MBG berpotensi meringankan beban pengeluaran harian keluarga kelas menengah rentan.

“Kalau misalnya satu keluarga memiliki dua anak dan dibekali Rp15 ribu sehari, kita tahu ada 20 hari sekolah, ini berarti membantu mengurangi beban Rp600.000,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika program dijalankan konsisten, dampaknya bisa lebih besar. 

“Kalau ini persistent (berkesinambungan), ini akan berdampak lebih besar lagi. Ini akan menciptakan surplus konsumen (consumer surplus) bagi kelas menengah. Dengan berkurangnya biaya konsumsi anak, rumah tangga memiliki fleksibilitas anggaran yang lebih luas… budgetnya dialihkan ke hal produktif, untuk pendidikan dan kesehatan,” pungkas Fithra.

RISED menempatkan studi ini sebagai baseline awal untuk memperkuat kebijakan berbasis data. MBG dinilai sudah membantu menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga sekaligus membentuk kebiasaan makan anak yang lebih sehat.

“Temuan awal ini kami posisikan sebagai baseline. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk penyempurnaan desain dan peningkatan kualitas implementasi MBG, sekaligus memperkuat sistem pemantauan di lapangan,” tambah Rakhmadi.

Tantangan berikutnya: memastikan dampak awal ini tidak berhenti sebagai efek jangka pendek, melainkan benar-benar menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya