Berita

Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah RI, Aderia (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CNBC)

Bisnis

Imlek dan Bazar Ramadan Dorong Aktivitas Ekonomi di Jakarta dan Daerah

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 09:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tahun 2026 menjadi tahun yang unik bagi Indonesia karena perayaan Imlek berbarengan dengan Ramadan. Pemerintah menilai momen ini bukan hanya simbol harmoni antarbudaya dan agama, tetapi juga peluang strategis untuk mendorong konsumsi masyarakat, UMKM, dan sektor pariwisata.

Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah RI, Aderia, menjelaskan dalam program Closing Bell CNBC, bahwa benang merah antara Imlek dan Ramadan adalah tradisi berkumpul bersama keluarga dan silaturahmi. Tradisi ini secara alami memicu peningkatan belanja masyarakat.

“Budaya masyarakat saat hari raya dan Ramadan biasanya banyak jajan. Pemerintah berharap festival ini bisa meningkatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi UMKM,” ujar Aderia, dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 13 Februari 2026.


Sebagai salah satu langkah nyata, pemerintah menggelar Festival Imlek di Lapangan Banteng, Jakarta, yang menghadirkan sekitar 200 stan UMKM. 

Bazar makanan yang dibuka mulai 22 Februari juga bertepatan dengan Ramadan dan terbuka untuk umum. Semua makanan dijamin halal, sehingga pengunjung yang berpuasa bisa sekaligus membeli takjil.

“Kehadiran sekitar 200 stan ini tentu menciptakan banyak aktivitas ekonomi, dari penjualan makanan hingga kerajinan lokal,” jelas Aderia.

Festival semacam ini diharapkan menjadi titik temu antara tradisi dan ekonomi, dengan UMKM lokal sebagai penerima manfaat langsung dari lonjakan konsumsi.

Fenomena ini bukan hanya terjadi di Jakarta. Daerah-daerah lain juga mulai meramaikan Imlek dan Ramadan, termasuk kota-kota yang sebelumnya tidak terkenal dengan perayaan Imlek. Singkawang, misalnya, sudah dikenal luas karena Cap Go Meh, namun sekarang kota-kota lain juga mengadakan perayaan serupa.

“Ini bisa menjadi daya tarik wisata domestik maupun internasional, untuk melihat kemeriahan Imlek dan Ramadan di berbagai daerah Indonesia,” tambah Aderia.

Dengan perayaan yang berdekatan dan menyatukan tradisi budaya serta agama, pemerintah optimis kuartal pertama 2026 akan menjadi periode yang kuat untuk konsumsi masyarakat, pertumbuhan UMKM, dan pengembangan pariwisata nasional.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya