Berita

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Menkeu: Outlook Negatif Moody’s Tak Relevan dengan Data Ekonomi Nasional

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik terhadap proyeksi terbaru yang dirilis oleh lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investors Service. 

Menurutnya, pandangan negatif Moody’s terhadap Indonesia tidak mencerminkan realitas data ekonomi terkini yang justru menunjukkan tren positif.

“Ada yang offside kelihatannya,” ujar Purbaya dalam forum Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis 12 Februari 2026. 


Menkeu memaparkan bahwa indikator ekonomi nasional saat ini sangat solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39 persen merupakan rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Secara akumulatif tahunan, angka 5,11 persen menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terkuat di barisan G20.

Kondisi ini bahkan memicu lembaga internasional lain untuk merevisi naik proyeksi mereka. IMF, misalnya, meningkatkan estimasi pertumbuhan Indonesia menjadi 5,2 persen, langkah yang juga diikuti oleh JP Morgan.

Optimisme pemerintah pun tetap tinggi dengan target pertumbuhan tahun ini dipatok pada 5,4 persen, bahkan diupayakan menyentuh 6 persen melalui berbagai stimulus investasi.

“Jadi, ekspansi ekonomi akan berlangsung terus sampai nanti 2030–2031. Anda tidak usah takut. Kalau investor di pasar modal atau dunia bisnis, cepat-cepat jalankan rencana investasi Anda,” tutur Purbaya. 

Senada dengan Menkeu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa revisi outlook Moody’s terhadap sovereign credit rating Indonesia maupun lima bank besar nasional tidak akan mengguncang stabilitas industri keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPB) OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa perubahan status dari stabil ke negatif tersebut hanyalah konsekuensi teknis dan bukan disebabkan oleh masalah struktural.

“Saya optimistis tidak akan ada dampak yang signifikan. Tentu saja, sebagaimana yang disampaikan Moody’s, ini adalah konsekuensi penurunan outlook secara menyeluruh,” ungkap Dian. 

Dian menekankan bahwa kesehatan bank-bank di Indonesia, termasuk Mandiri, BRI, BNI, BCA, dan BTN, tetap terjaga secara fundamental. Fokus pengawasan kini akan lebih diperketat pada level individual bank.

“Bagi saya sebagai KEPB, sekarang pengawasan individual bank itu lebih penting. 105 bank umum itu memang banyak. Tapi buat saya, satu bank bermasalah saja itu sudah menjadi ‘pikiran’,” tambahnya.

Meski Moody’s melakukan penyesuaian outlook, lembaga tersebut tetap mempertahankan peringkat utama (seperti issuer ratings dan deposit ratings) kelima bank tersebut. 

Optimisme OJK didukung oleh kinerja perbankan 2025 yang solid, di mana fungsi intermediasi tumbuh positif hingga Rp8.586 triliun dengan kualitas kredit yang sangat sehat (NPL net 0,79 persen). 

Kondisi ini diperkuat oleh likuiditas yang melimpah di level 200,97 persen serta permodalan kokoh sebesar 25,89 persen yang siap menjadi bantalan kuat dalam menghadapi risiko global.

OJK berkomitmen untuk memperbaiki komunikasi dengan lembaga pemeringkat internasional agar arah kebijakan dan data informasi Indonesia tersampaikan secara lebih akurat.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya