Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya. (Foto: F-Nasdem)

Politik

Transformasi BUMN Harus Sejalan dengan Danantara

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 10:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Transformasi BUMN harus menjadi agenda strategis pemerintah, termasuk pentingnya memastikan langkah restrukturisasi Pertamina berjalan selaras dengan arah kebijakan korporasi Danantara sebagai superholding BUMN agar tata kelola, efisiensi, dan daya saing perusahaan semakin kuat.

Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, menyoroti agenda transformasi Danantara yang mencakup streamlining horizontal melalui klasterisasi bisnis dan pembentukan subholding, serta streamlining vertikal berupa pengurangan jumlah BUMN.  

Khusus untuk Pertamina, legislator Partai NasDem itu  menegaskan dalam skema Danantara hanya terdapat empat subholding, yakni hulu, hilir, gas, dan PNRE (Power & New Renewable Energy).


"Subholding Integrated Marine Logistic ini tidak termasuk ke dalam agenda pembentukan subholding di Pertamina oleh Danantara. Jika subholding Ini muncul dari mana dasarnya? Pembentukan subholding ini perlu dikonfirmasi ke Danantara,” tegasnya, dikutip Kamis, 12 Februari 2026.

Lebih lanjut, Alumni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran ini juga menyoroti agenda streamlining vertikal yang membidik pemangkasan drastis BUMN, dari lebih 1.000 entitas menjadi hanya 200–300 perusahaan pada 2026. Langkah transformasi struktural ini, menurutnya, digulirkan untuk mengerek efisiensi nasional hingga Rp50 triliun per tahun. 

"Di Pertamina sendiri yang menaungi sekitar 250 anak-cucu perusahaan, saya menilai, efektifitas restrukturisasi di tubuh perusahaan energi ini menyimpan potensi efisiensi hingga sekitar Rp12,5 triliun atau lebih," tukasnya.

Selain isu restrukturisasi, anggota DPR dari Dapil Jawa Barat V itu juga menyoroti tata kelola distribusi gas, khususnya dalam kaitannya dengan keberadaan agen dan Koperasi Desa Merah Putih.

“Yang kita ingin pastikan, jangan sampai KDMP menjadi kanibal bagi agen lama. Harus ada evaluasi atas keberadaan jumlah agen yang ada berikut besaran DO (delivery order) yang terdistribusi serta kebutuhan riil masyarakat," jelasnya. 

"Sehingga pada ujungnya, agen yang sudah lolos evaluasi dan melalui jaringan distribusi baru gas melon melalui KDMP, diharapkan mampu mengatasi kebutuhan warga dan mengantisipasi kelangkaan gas,” tutup Asep Wahyuwijaya.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya