Berita

Peresmian Kampus Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) di Cipayung, Jakarta Timur. (Foto: Dokumentasi IPTI)

Nusantara

Industri Pariwisata Butuh SDM Adaptif Berstandar Internasional

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 05:42 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menghadapi tantangan baru seiring perubahan teknologi, pola perjalanan wisatawan, serta meningkatnya persaingan global, industri pariwisata Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) adaptif dan berstandar internasional.

Tenaga profesional kini dituntut tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami digitalisasi, pemasaran, dan pengelolaan reputasi.

Rektor Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI), Ariani Kusumo Wardhani mengatakan, perlunya SDM adaptif, karena pariwisata saat ini tidak berdiri sendiri. 


"Pariwisata berkelindan dengan teknologi, bisnis, dan kreativitas. SDM harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut,” ujar Ariani saat peresmian kampus IPTI di Cipayung, Jakarta Timur, dalam keterangannya, Rabu 11 Februari 2026.

Menurutnya, penguatan kompetensi bahasa asing, khususnya bahasa Inggris berstandar internasional, menjadi penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja pariwisata. 

Sertifikasi internasional juga diperlukan agar lulusan memiliki pengakuan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri global. 

Di sisi lain, identitas budaya tetap menjadi fondasi utama. Profesionalisme bertaraf internasional harus berjalan seiring dengan kemampuan membawa nilai lokal Indonesia ke panggung dunia.

Ketua Yayasan Menara Bhakti, Nurani Pujiastuti, menekankan pentingnya investasi pendidikan pariwisata sebagai strategi jangka panjang.

“SDM pariwisata harus profesional, beretika, dan mampu membawa nilai lokal ke level internasional,” kata Nurani.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya