Berita

Kolase Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. (Foto: Kolase RMOL)

Politik

Survei Pilpres 2029

Sjafrie Sjamsoeddin Lawan Kuat Prabowo Subianto?

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 21:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada sejumlah sosok baru yang disinyalir bisa menjadi lawan kuat Prabowo Subianto dalam bursa pencalonan presiden 2029 sebagaimana hasil survei Indonesian Public Institute (IPI) pada 9 Februari 2025.

Dalam survei IPI bertajuk "Peta Elektabilitas Calon Presiden 2029", sosok Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur Jakarta Pramono Anung, hingga mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masuk 10 besar bursa capres 2029.

Sementara sosok Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi dua teratas dalam survei tersebut.


"Posisi Prabowo dan Gibran di puncak survei memang tidak mengejutkan, namun kehadiran nama Sjafrie dalam daftar tersebut membuka pertanyaan menarik sekaligus mengkhawatirkan bagi stabilitas politik pemerintahan saat ini," kata Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Fernando menyebut Sjafrie bukan nama asing dalam konstelasi politik Indonesia. Sebagai sahabat karib Prabowo, Sjafrie dikenal memiliki pengaruh besar dalam lingkaran kekuasaan. 

"Wataknya yang tegas dan latar belakang militer membuat sosoknya dipandang sebagai menteri paling powerful di kabinet. Ketika seorang menteri pertahanan mulai masuk dalam radar calon presiden, alarm politik seharusnya berbunyi keras di istana," jelasnya.

Posisi Sjafrie ini mengingatkan peta politik 2004 lalu saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di kabinet Megawati Soekarnoputri memutuskan maju sebagai calon presiden.

"SBY berhasil 'menikung' Megawati dalam Pilpres 2004 dan kemudian berkuasa selama dua periode, total 10 tahun. Ini menjadi kenyataan pahit yang harus ditelan oleh presiden petahana," kata Fernando.

Sejarah berpotensi berulang. Sjafrie dengan segala kekuasaan dan pengaruhnya sekaligus sahabat Prabowo kini muncul sebagai calon presiden potensial. Menurut Fernando, polanya identik, yakni orang dalam yang menjadi ancaman terbesar.

"Peristiwa SBY dan Megawati adalah pelajaran paling jelas bahwa kedekatan personal tidak menjamin loyalitas politik. Ketika ambisi kekuasaan bertemu dengan peluang, bahkan persahabatan terdekat bisa berubah menjadi persaingan paling sengit," tandasnya.

Mengutip survei IPI bertajuk peta elektabilitas calon presiden 2029, Prabowo teratas dengan elektabilitas 22,3 persen. Posisi kedua Gibran dengan 12,2 persen. Selanjutnya ada Ganjar 9 persen, Anies 8,5 persen, Dedi Mulyadi 7,9 persen, Pramono 7,8 persen, Sjafri 7,5 persen.

Kemudian menyusul ada Puan Maharani 5 persen, Purbaya yudhi Sadewa 4,9 persen, Sherly Tjoanda 3,8 persen, Mualem 3,1 persen, Sandiaga Uno 3 persen, AHY 1,9 persen, dan Ridwan Kamil 1,6 persen. Sementara opsi lainnya ada 1,5 persen.

Survei ini digelar 30 Januari 2026-5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden dari 35 provinsi di Indonesia. Sampel yang diambil menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini  2,78 persen pada tingkat kepercayaan kurang lebih 95 persen.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya