Berita

Penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dengan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko di Jakarta. (Foto: Kemenkop)

Politik

Kemenkop-BP Taskin Percepat Pengentasan Kemiskinan Lewat Koperasi

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 19:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) resmi menjalin sinergi strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan permanen melalui penguatan badan usaha koperasi. 

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dengan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Menkop Ferry Juliantono, menegaskan bahwa koperasi memiliki peran vital sebagai wadah ekonomi rakyat yang mampu menciptakan kemandirian dan keberlanjutan. 


Hal ini sejalan dengan program strategis pemerintah yaitu Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih yang saat ini sedang dilakukan percepatan pembangunan aset fisiknya.

Masyarakat yang masuk dalam kategori miskin akan didorong menjadi anggota koperasi dan menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang akan dikembangkan oleh Kopdes/ Kel Merah Putih. 

Dengan cara ini pengentasan kemiskinan ekstrim diyakini akan dapat dilakukan dengan lebih cepat sejalan dengan bertambahnya jumlah Kopdes/ Kel Merah Putih yang beroperasi.

“Koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi instrumen sosial-ekonomi yang bisa mengangkat masyarakat dari jerat kemiskinan secara permanen,” ujar Ferry.

Beberapa langkah konkret lain yang akan dilakukan adalah membangun koperasi berbasis komunitas di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi. Kemenkop akan menyiapkan pendampingan manajemen dan akses permodalan agar koperasi yang dibentuk tersebut tidak berhenti di tengah jalan.

Ferry menambahkan sinergi dengan BP Taskin tersebut akan memperkuat basis data penerima manfaat sehingga program-program yang diluncurkan pemerintah dapat lebih tepat sasaran. Untuk itu basis data kemiskinan dan profil masyarakat di desa perlu disempurnakan secara bersama-sama dan dengan cara simultan.

"Bagi kami basis data itu diperlukan untuk treatment dan langkah yang tepat agar operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih bisa optimal," ucapnya. 

Ferry menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah agar koperasi dapat tumbuh sesuai potensi lokal. Untuk itu sinergi dengan BP Taskin ini diharapkan koperasi dapat benar-benar memberdayakan masyarakat miskin agar kesejahteraannya meningkat.

"Kami di Kemenkop bersama Kementerian Sosial akan segera melakukan uji coba secara bertahap agar  penerima manfaat dari program Kemensos didorong menjadi anggota koperasi. Ini menjadi  salah satu contoh bagian dari kegiatan yang bisa diendorse oleh BP Taskin," katanya.

Menkop optimistis, dengan dukungan BP Taskin target percepatan pengentasan kemiskinan ekstrim di desa ataupun di kota dapat tercapai. Ia juga menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan permanen tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial, melainkan harus melalui pemberdayaan ekonomi yaitu melalui koperasi khususnya Kopdes/ Kel Merah Putih.

"Koperasi selain badan usaha untuk kegiatan bisnis usaha tapi juga menjalankan misi membawa nilai seperti nilai sosial, kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong yang selama ini relatif tergantikan," kata Menkop.

Sementara itu, Kepala BP Taskin menyambut baik sinergi ini sebagai langkah nyata dalam mempercepat pengentasan kemiskinan secara permanen. Menurutnya koperasi menjadi satu-satunya lembaga ekonomi kerakyatan yang bisa menghapus kemiskinan ekstrim di masyarakat.

Tidak ada pengentasan kemiskinan permanen tanpa koperasi, tugas Kemenkop memastikan yang terentaskan itu permanen tidak jatuh miskin lagi (melalui unit usaha koperasi)," katanya.

Ia menekankan bahwa BP Taskin tidak hanya menyediakan data-data penduduk miskin, tetapi juga akan terlibat dalam monitoring dan evaluasi program yang dijalankan bersama Kemenkop. Dalam waktu dekat akan dilakukan uji coba program percepatan pengentasan kemiskinan melalui koperasi di berbagai wilayah di Indonesia.

“Sinergi ini akan memastikan bahwa setiap intervensi benar-benar berdampak pada pengurangan kemiskinan,” katanya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya