Berita

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim (Foto: Instagram)

Dunia

MUI Ingatkan Risiko Kirim Pasukan RI ke Gaza, Jangan Terjebak Agenda AS-Israel

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 19:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah RI bersikap ekstra hati-hati menyikapi wacana pengiriman pasukan ke Gaza, Palestina.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menyoroti ramainya pemberitaan mengenai rencana pengiriman 5.000 hingga 8.000 tentara Indonesia ke Gaza. 

Kabar itu tidak hanya ramai di dalam negeri, tetapi juga diberitakan secara masif oleh media Israel. Indonesia disebut-sebut sebagai negara pertama yang akan mengirimkan pasukannya ke wilayah konflik tersebut, sementara TNI AD juga dikabarkan telah melakukan sejumlah persiapan awal.


Sudarnoto mengaitkan pengiriman pasukan tersebut dengan skema International Stabilization Force (ISF) yang berada di bawah kendali Amerika Serikat. 

Menurut Sudarnoto, ISF dirancang untuk mendukung pengurangan kekuatan bersenjata di Gaza dan Palestina. Dalam praktiknya, hal ini menjadikan pelucutan senjata Hamas sebagai sasaran utama.

“Ini, artinya pelucutan senjata Hamas yang selama ini melakukan perlawanan adalah menjadi program penting. Jadi, logikanya jelas, selama ada Hamas dan Hamas bersenjata, maka keamanan wilayah tidak akan terwujud,” tegasnya dalam pernyataan tertulis, Selasa, 10 Februari 2026. 

Dalam konteks tersebut, ia menilai misi perdamaian melalui skema ISF sangat berbahaya. Apalagi, ISF belum menjadi entitas resmi tunggal seperti UNIFIL di Lebanon atau UNDOF di Golan yang jelas berada di bawah mandat Dewan Keamanan PBB. 

Karena itu, Sudarnoto menekankan Indonesia harus sangat berhati-hati apabila benar-benar akan mengirimkan tentara ke Gaza. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak sampai terjebak agenda hegemonik Amerika Serikat dan Israel.

“Jangan sampai terperangkap atau terjebak dengan agenda hegemonik Amerika dan Israel yaitu menundukkan Gaza atau Palestina. Jika tidak dipertimbangkan matang, maka pengiriman tentara ini berisiko tinggi karena akan berhadapan dengan Hamas,” tegasnya.

Sudarnoto menegaskan, keterlibatan Indonesia dalam kerangka ISF berpotensi merusak reputasi internasional Indonesia sebagai bangsa yang selama ini konsisten membela Palestina.

“Ini tidak boleh terjadi: reputasi dan nama baik Indonesia sebagai bangsa yang selama ini membela Palestina akan jatuh,” kata dia.

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan bahwa jumlah personel yang disiapkan mencapai 8.000, dan akan dikirim ketika sudah ada kesepakatan damai dicapai.

"Kemungkinan kita akan (kirim) kurang lebih di angka 8.000. Kalau sewaktu-waktu Sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen, itu akan kita lakukan,” ujar Prasetyo usai menghadiri Konferensi Pers Stimulus Ekonomi Diskon Tarif Transportasi HBKN Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Selasa, 10 Februari 2026.  

Ketika ditanya apakah sudah ditentukan lokasi penempatan pasukan, Mensesneg menjawab  bahwa hingga kini Indonesia masih menunggu kesepakatan dari pihak-pihak yang terlibat perundingan. 

“Belum. Kita baru mempersiapkan diri,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya