Berita

Helikopter AH-1S Cobra Korea Selatan jatuh saat melakukan latihan pendaratan darurat (Foto: EPA)

Dunia

Helikopter Militer Korsel Jatuh Saat Latihan, Dua Awak Tewas

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 12:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dua awak helikopter AH-1S Cobra Angkatan Darat Korea Selatan jatuh saat menjalani latihan di Gapyeong, Provinsi Gyeonggi, pada Senin waktu setempat, 9 Februari 2026.

Mengutip laporan The Korea Herald, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.04 pagi dan helikopter itu diketahui berasal dari satu batalyon di bawah Grup Penerbangan Angkatan Darat ke-15.

Saat insiden terjadi, helikopter tengah melakukan latihan prosedur darurat. Latihan tersebut mensimulasikan kondisi penerbangan abnormal serta pendaratan darurat tanpa mematikan mesin. 


Militer menyatakan belum dapat dipastikan apakah kecelakaan terjadi saat helikopter kembali ke pangkalan atau ketika simulasi prosedur darurat sedang berlangsung.

Dua warrant officer berada di dalam helikopter saat kecelakaan terjadi. Keduanya dievakuasi ke rumah sakit sipil terdekat dalam kondisi henti jantung, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia. 

"Tidak ada ledakan atau kebakaran yang terkait dengan insiden tersebut," ungkap laporan militer Korea Selatan. 

Pihak berwenang juga memastikan jatuhnya helikopter tidak berdampak terhadap warga sipil di sekitar.

Helikopter yang jatuh merupakan AH-1S Cobra yang mulai dioperasikan Angkatan Darat Korea Selatan pada 1991. Platform buatan Bell Helicopter asal Amerika Serikat ini kini dinilai menua, dengan masa operasional lebih dari tiga dekade.

Usai insiden tersebut, Angkatan Darat Korea Selatan menghentikan seluruh operasi helikopter AH-1S Cobra dan membentuk satuan tugas investigasi kecelakaan. 

Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu-back, yang tengah melakukan kunjungan ke Arab Saudi, telah menerima laporan dan memerintahkan upaya pemulihan yang cepat dan menyeluruh serta langkah tindak lanjut yang diperlukan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya