Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini A)

Bisnis

Wall Street Menguat Ditopang Kebangkitan Saham Teknologi

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 08:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street mengawali pekan kedua Februari dengan kebangkitan saham teknologi setelah sempat terpukul aksi jual besar pekan lalu yang dipicu isu kecerdasan buatan (AI). 

Dikutip dari Reuters, Selasa 10 Februari 2026, pada penutupan Senin indeks Dow Jones naik tipis 20,20 poin atau 0,04 persen ke 50.135,87 -- menandai rekor penutupan untuk hari kedua berturut-turut. S&P 500 menguat 0,47 persen ke 6.964,82, sementara Nasdaq melonjak 0,90 persen ke 23.238,67. Meski begitu, S&P 500 masih sedikit di bawah rekor penutupan tertingginya.

Penguatan pasar terutama ditopang sektor teknologi. Indeks teknologi S&P 500 naik 1,6 persen, melanjutkan rebound sejak Jumat. Indeks layanan perangkat lunak bahkan melonjak 2,9 persen, setelah sebelumnya tertekan selama tujuh hari berturut-turut akibat kekhawatiran persaingan AI.


Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah Oracle, yang melesat 9,6 persen setelah D.A. Davidson menaikkan rekomendasinya menjadi “buy” dari “neutral”.

Keith Lerner, Chief Investment Officer Truist Advisory Services, mengatakan pasar teknologi sudah terlalu tertekan, sehingga sedikit kabar positif langsung memicu reli.
“Ini pasar yang sudah sangat oversold, jadi sedikit kabar baik bisa berdampak besar. Karet gelangnya sudah ditarik terlalu jauh untuk saham teknologi dan software,” ujar Lerner.

Meski sudah pulih, indeks software masih sekitar 13 persen di bawah level sebelum aksi jual akhir Januari, sementara sektor teknologi secara keseluruhan hanya sekitar 3 persen di bawah posisi pra-penurunan.

Di sektor lain, indeks bahan baku naik 1,4 persen berkat reli emas dan perak yang mendorong saham pertambangan. Sebaliknya, sektor consumer staples dan kesehatan menjadi yang terlemah, masing-masing turun 0,86 persen.

Saham Nvidia naik 2,5 persen dan menjadi penyumbang kenaikan terbesar bagi S&P 500, meski investor masih menunggu laporan keuangan perusahaan chip AI tersebut akhir bulan ini.

Pelaku pasar kini fokus pada laporan ketenagakerjaan AS bulan Januari yang akan dirilis Rabu, serta data inflasi (CPI) pada Jumat. Berdasarkan FedWatch CME Group, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini terjadi pada Juni.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya