Berita

Mahfud MD. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 21:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Anggota Tim Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD, memastikan hasil kajian pihaknya tak akan menggiring Presiden Prabowo Subianto untuk memilih satu opsi kebijakan, utamanya terkait dengan posisi kelembagaan Polri.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komite Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD dalam Podcast Madilog melalui kanal Youtube Forum Keadilan TV dikutip pada Senin, 9 Februari 2026.

"Misal, Polri di bawah kementerian atau di bawah Presiden? Itu kan dua alternatifnya. Itu berkisar di situ usulnya di Presiden," ujar Mahfud.


Mantan Cawapres 2024 ini menyatakan, Tim Percepatan Reformasi Polri tak terpengaruh oleh kecenderungan isu-isu menguat di publik, sehingga hasil kajian yang akan diberikan kepada Presiden Prabowo tergantung keputusan kepala pemerintahan.

"Apakah Polri itu di bawah Kementerian Hukum atau Kementerian Dalam Negeri, atau Kementerian Kepolisian Nasional, atau seperti sekarang saja," ucapnya menyebut opsi-opsi yang berkembang dalam Tim Percepatan Reformasi Polri.

Selain soal posisi kelembagaan Polri, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu juga mengungkap usulan dari segi kepemimpinan institusi Polri.

"Apakah Kapolri dipilih DPR atau sama saja (seperti sekarang) dengan Presiden. Ada plus minusnya, kami sampaikan. Nanti finalnya disampaikan ke Presiden, apa begitu (keputusan pilihannya dari ops-opsi tersebut)," demikian Mahfud menambahkan.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya