Berita

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Handi Risza. (Foto: Humas PKS)

Bisnis

Tanpa Perubahan Arah Kebijakan, Target Pertumbuhan Tinggi Hanya Angka

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 14:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 5,03 persen secara year on year (c-to-c), diapresiasi Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Handi Risza. 

BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y) mencapai 5,39 persen. Sementara itu, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun, dengan PDB per kapita sebesar Rp83,7 juta atau setara USD 5.083,4.

“PKS tentu mengapresiasi kinerja perekonomian nasional tahun 2025 yang tumbuh 5,11 persen, lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, kita juga perlu memberikan catatan penting,” ujar Handi Risza dalam keterangannya, Senin, 9 Februari 2026.


Ia menekankan capaian tersebut masih berada di bawah target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2025 sebesar 5,2 persen, sehingga menunjukkan bahwa kinerja ekonomi nasional belum sepenuhnya mencapai sasaran yang telah ditetapkan pemerintah.

Dari sisi produksi, Handi menjelaskan bahwa penyumbang utama pertumbuhan ekonomi tahun 2025 berasal dari Industri Pengolahan (1,07 persen), Perdagangan (0,72 persen), Pertanian (0,60 persen), serta Informasi dan Komunikasi (0,56 persen). 

Kondisi ini didorong oleh membaiknya kinerja industri berbasis ekspor seperti CPO dan logam dasar, serta meningkatnya produksi sektor tanaman pangan, peternakan, dan perikanan.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh Konsumsi Rumah Tangga (2,62 persen) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 1,58 persen.

Peningkatan ini dipicu oleh membaiknya mobilitas masyarakat yang berdampak pada kenaikan belanja makan-minum, transportasi, dan komunikasi, serta penambahan barang modal berupa mesin dan perlengkapan.

Namun demikian, Handi menilai bahwa akselerasi ekonomi pada akhir 2025 lebih banyak ditopang oleh stimulus dan faktor musiman, bukan oleh perbaikan struktural yang berkelanjutan. 

Pemerintah, kata dia, menggelontorkan stimulus fiskal sebesar Rp16,23 triliun pada kuartal IV-2025 yang membantu menjaga konsumsi dan daya beli masyarakat.

“Pada saat yang sama, kita justru melihat pasar tenaga kerja yang cenderung lesu, angka PHK yang cukup tinggi, aktivitas dan kunjungan pariwisata yang lebih rendah, serta penerimaan pajak yang menurun hingga akhir tahun 2025,” ungkapnya.

Menurut Handi, pertumbuhan ekonomi 5,11 persen tersebut masih jauh dari jalur yang dibutuhkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029. 

Oleh karena itu, PKS menilai tahun 2026 harus menjadi momentum dimulainya transformasi struktural ekonomi yang serius dan terarah.

“Kuncinya adalah penciptaan lapangan kerja yang riil dan berkualitas, bukan yang bersifat informal. Pemulihan daya beli kelas menengah hanya bisa dicapai melalui penciptaan pekerjaan berbasis produktivitas,” tegasnya.

Ia menambahkan strategi tersebut tidak dapat dilepaskan dari penguatan investasi di sektor manufaktur bernilai tambah tinggi (productivity-driven), bukan sekadar investasi yang bersifat masukan atau input-driven.

“Tanpa perubahan arah kebijakan yang fokus pada industrialisasi bernilai tambah dan penciptaan lapangan kerja produktif, target pertumbuhan tinggi hanya akan menjadi angka di atas kertas,” pungkas Handi Risza.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Perkuat Inovasi, Anak Usaha Pertamina Sabet Penghargaan CCSEA Enam Kali

Sabtu, 23 Mei 2026 | 00:19

Tio Aliansyah Diadukan ke DKPP Gegara Ikut Helikopter Bareng Anggota KPU

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:55

Legislator Kebon Sirih Ingin jadi Batman Benahi Gotham City

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:35

173 Bandit Jalanan di Jadetabek Sukses Diringkus Polisi

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:15

Kejagung Didesak Bongkar Pihak Terkait Bos Tambang di Kalbar Tersangka Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:53

Tata Kelola RSUD dr Soedarso Disorot, Utang Pengadaan Obat Tembus Rp29 Miliar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:49

Energy AdSport Challenge Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:47

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Komisioner Pertamina: Perempuan Jangan Takut Masuk Dunia STEM

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:15

Fraksi PKB Bakal Panggil Kapolda dan Kajati Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:12

Selengkapnya