Berita

Ilustrasi merayakan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang. (Foto: Unsplash)

Dunia

Dari Roma Kuno hingga Abad Pertengahan: Begini Transformasi Hari Valentine

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 15:51 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Siapa yang tidak kenal tanggal 14 Februari? Setiap tahun, jutaan orang di seluruh dunia menandai kalender mereka untuk perayaan yang identik dengan cinta, kasih sayang, dan banjir hadiah.


Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa harus tanggal 14? Dan benarkah sejarahnya semanis cokelat yang kita makan hari ini?


Ternyata, di balik buket bunga mawar dan kartu ucapan berbentuk hati, tersimpan sejarah panjang yang cukup "gelap". Kita bicara soal eksekusi martir, ritual Romawi kuno yang brutal, hingga puisi Abad Pertengahan.


Yuk, kita bedah sejarahnya biar kamu makin paham konteks hari kasih sayang ini!


Tanggal Pasti: Kenapa 14 Februari?


Jawaban singkatnya: 14 Februari adalah tanggal resmi Hari Valentine. Tapi, penetapan tanggal ini bukan kebetulan.


Jawaban singkatnya: 14 Februari adalah tanggal resmi Hari Valentine. Tapi, penetapan tanggal ini bukan kebetulan.


Sejarah mencatat bahwa Paus Gelasius I menetapkan tanggal ini sebagai Hari Raya Santo Valentine pada akhir abad ke-5, tepatnya sekitar tahun 496 Masehi.


Langkah ini dianggap sebagai strategi cerdik Gereja Katolik untuk "mengkristenkan" tradisi pagan yang sudah populer saat itu. Jadi, sebelum jadi ajang tukar kado, hari ini adalah manuver budaya yang serius.


Misteri Sang "Valentine": Pemberontak Cinta?


Siapa sebenarnya sosok Valentine ini? Sejarawan masih berdebat karena Gereja Katolik mencatat setidaknya ada tiga martir berbeda bernama Valentine yang dihukum mati pada tanggal yang sama.


Namun, ada dua legenda yang paling terkenal:


1. Si Pendeta Pemberani


Legenda pertama berkisah tentang Valentine, seorang pendeta di Roma masa Kaisar Claudius II. Sang Kaisar melarang pernikahan bagi pria muda karena percaya tentara lajang lebih tangguh di medan perang.


Valentine menolak aturan ini dan diam-diam menikahkan pasangan muda yang sedang dimabuk asmara. Aksi nekat ini membuatnya dipenjara dan akhirnya dieksekusi.


2. Surat Cinta Pertama


Versi lain (Valentine dari Terni) menyebutkan ia dihukum karena menolong umat Kristen.


Sebelum dieksekusi, ia dikabarkan menyembuhkan putri seorang sipir penjara dan menulis surat perpisahan dengan tanda tangan legendaris: "Dari Valentine Anda".


Frasa inilah yang konon menjadi cikal bakal tradisi kartu ucapan modern.


Lupercalia: Akar "Pesta" yang Brutal


Sebelum ada Valentine, orang Romawi punya Lupercalia. Ini adalah festival kesuburan yang dirayakan setiap pertengahan Februari (tanggal 15).


Jangan bayangkan makan malam romantis; ritual ini melibatkan pengorbanan hewan dan prosesi memukul wanita muda dengan kulit kambing karena dipercaya bisa mendatangkan kesuburan!


Paus Gelasius I sengaja menempatkan Hari Santo Valentine sehari sebelumnya (14 Februari) untuk mengikis pengaruh festival pagan yang keras ini secara perlahan.


Geoffrey Chaucer, Bapak Romantisme Valentine


Kalau Paus Gelasius I memberi tanggalnya, penyair Inggris Geoffrey Chaucer-lah yang memberi "rasa" cintanya.


Pada Abad Pertengahan, Valentine belum tentu soal asmara sampai Chaucer menulis puisi Parlement of Foules pada tahun 1382.


Dalam puisinya, Chaucer mengaitkan tanggal ini dengan musim kawin burung, yang memperkuat gagasan bahwa 14 Februari adalah hari untuk mencari pasangan.


Dari sinilah tradisi berkirim surat cinta mulai populer di kalangan bangsawan Eropa dan menyebar ke seluruh dunia.


Valentine Hari Ini


Sekarang, Valentine telah berevolusi menjadi fenomena komersial global. Tradisinya pun beragam; di Jepang misalnya, justru perempuan yang memberi cokelat kepada pria, yang nanti dibalas pada White Day di bulan Maret.


Terlepas dari perdebatan sejarahnya, 14 Februari tetap menjadi momen pengingat kultural yang penting. Entah itu merayakan keberanian martir atau sekadar momen manis ala Chaucer, hari ini adalah tentang ekspresi kasih sayang.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya