Berita

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah (RMOL/ Faisal Aristama)

Politik

Pajak dan Bea Cukai Rentan Korupsi, KPK Diminta Perkuat Pencegahan

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 10:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo, mendapat tanggapan dari Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah.

Abdullah menilai tindakan KPK tersebut menunjukkan komitmen lembaga antirasuah dalam memberantas korupsi, terutama di sektor perpajakan yang dikenal rawan penyimpangan.

“Kami mengapresiasi langkah KPK yang kembali mengungkap dugaan korupsi di bidang pajak. Ini menunjukkan bahwa pengawasan dan penegakan hukum tetap berjalan,” ujar Abdullah kepada wartawan, Jumat, 6 Februari 2026.


Menurut Abdullah, praktik korupsi di sektor pajak masih terus terjadi meski beberapa oknum sebelumnya telah ditangkap dan dihukum. Padahal, pegawai pajak sudah menerima gaji dan fasilitas besar dari negara.

“Sudah banyak yang ditangkap dan diproses hukum, tetapi tetap ada oknum yang menyalahgunakan kewenangan. Ini sangat memprihatinkan, apalagi mereka sudah digaji tinggi oleh negara,” tegasnya.

Abdullah juga menyoroti OTT yang dilakukan KPK terhadap pegawai bea cukai di Jakarta dan Lampung terkait dugaan korupsi importasi. Dalam operasi itu, enam orang ditetapkan sebagai tersangka.

Ia menekankan bahwa pajak dan bea cukai merupakan dua sektor strategis yang sangat rawan korupsi karena langsung terkait penerimaan negara.

“Pajak dan bea cukai adalah lahan basah yang sangat rentan penyimpangan. Karena itu, selain penindakan, upaya pencegahan harus diperkuat secara sistematis,” kata legislator PKB ini.

Lebih lanjut, Abdullah mendorong KPK tidak hanya fokus pada operasi penindakan, tetapi juga memperkuat langkah-langkah pencegahan agar celah korupsi bisa ditutup sejak awal.

“Pencegahan penting agar tidak ada ruang bagi korupsi. Namun jika masih ada yang nekat melakukan korupsi, mereka harus ditangkap dan dijatuhi hukuman berat agar ada efek jera,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya