Berita

Ilustrasi(RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Eropa Anjlok setelah ECB Tahan Suku Bunga

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa ditutup melemah tajam pada perdagangan Kamis, 6 Februari2026, waktu setempat. 

Pasar tertekan sikap Bank Sentral Eropa (ECB) yang mempertahankan suku bunga tanpa memberi petunjuk arah kebijakan berikutnya, serta kinerja keuangan emiten besar yang beragam.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 1,05 persen ke level 611,65, mencatat penurunan terdalam dalam lebih dari dua tahun, sehari setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. 


Laporan Reuters menyebutkan, pelemahan meluas ke bursa utama, dengan DAX Jerman turun 0,46 persen atau 111,98 poin menjadi 24.491,06.

FTSE 100 Inggris juga merosot 0,90 persen atau 93,12 poin ke 10.309,22 sedangkan CAC 40 Prancis melemah 0,29 persen atau 23,99 poin menjadi 8.238,17.

Keputusan ECB menahan suku bunga di 2 persen sesuai ekspektasi pasar gagal memberi sentimen positif. Pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde yang menilai inflasi berada pada kondisi “baik” justru dibayangi perlambatan inflasi inti dan penguatan Euro, yang menekan sentimen investor.

Tekanan terbesar datang dari sektor perbankan yang anjlok 3,5 persen. Saham BBVA jatuh 8,8 persen akibat lonjakan biaya operasional, meski laba kuartalan tumbuh. Sebaliknya, BNP Paribas naik 1,2 persen setelah membukukan kinerja kuartal keempat di atas ekspektasi.

Sektor pertambangan turut terpuruk 3,4 persen, dipimpin kejatuhan saham Glencore sebesar 7 persen dan Rio Tinto yang turun 2,6 persen, menyusul batalnya pembicaraan akuisisi di antara keduanya. Saham energi juga tertekan, dengan Shell melemah 3,4 persen setelah laba bersih kuartalan meleset dari perkiraan.

Di tengah tekanan pasar, sektor teknologi justru menguat 0,9 persen, didorong sentimen positif dari kinerja Alphabet dan prospek peningkatan belanja modal global. Sementara itu, saham perusahaan pertahanan Rheinmetall merosot 6,5 persen seiring meredanya ketegangan geopolitik.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya