Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: RMOL/Ahmad Alfian)

Politik

AHY Wanti-wanti Ancaman Perang Dunia

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 12:31 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pentingnya membangun kemandirian dan ketahanan nasional di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Strategis Program Transformasi Transmigrasi Tahun 2026 di Ruang Rapat Lantai 21 Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kamis, 5 Februari 2026.

“Saya tidak ingin mengajari siapa pun di sini. Saya hanya ingin kita semua semakin menyadari bahwa memang dunia kita ini sedang penuh dengan gejolak, banyak ketidakpastian yang sering kali juga menghadirkan kejutan demi kejutan,” ujar sosok yang akrab disapa AHY itu.


Dia menyampaikan, Indonesia tidak ingin menjadi bagian dari kekisruhan geopolitik global yang saat ini terjadi. Namun, pada saat yang sama, ia mengakui bahwa tidak semua dampak geopolitik tersebut dapat dihindari.

Karena itu, menurut AHY, Indonesia harus memperkuat kemandirian dan ketahanan nasional dari berbagai aspek. Ia menyoroti tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari krisis iklim hingga persoalan kemanusiaan.

“Dunia penuh dengan tantangan baru. Walaupun tidak semuanya benar-benar baru, tapi baru kita sadari betul bagaimana krisis iklim telah menghadirkan banyak persoalan, termasuk kekeringan yang berujung pada kelaparan dan kekurangan air,” jelasnya.

Situasi tersebut, lanjut AHY, semakin berat ketika dihadapkan pada pertumbuhan populasi dunia yang terus meningkat. Di sisi lain, Indonesia juga memiliki kerentanan tersendiri sebagai negara yang berada di kawasan ring of fire.

AHY juga mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global tidak hanya terbatas pada ketegangan antarnegara. Menurutnya, perkembangan situasi dunia harus terus dicermati secara serius.

Bahkan, AHY menegaskan kemungkinan terjadinya perang besar tidak boleh dianggap mustahil. Ia mengingatkan agar Indonesia selalu bersiap dan tidak lengah menghadapi berbagai skenario terburuk.

“Jangan pernah kita anggap perang dunia tidak akan kembali terjadi di abad ke-21 ini. Justru ada sejumlah kekhawatiran yang membuat kita harus bersiap. Kita tidak boleh menjadi korban,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya